Bookmark and Share

BERITA

Peringatan HLH 2018

05 Juni 2018, 15:10:24 - Berita - Hits : 494 - Posted by shodiq
Peringatan HLH 2018

Yogyakarta, (5/6/2018), Dengan tema “Kendalikan Sampah Plastik”, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Jawa bersama UPT Lingkup Kementerian LHK lakukan upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia. Tema tersebut sebagai perwujudan komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik di berbagai belahan dunia, juga di Indonesia. Tema ini mengandung arti motivasi kerja sekuat tenaga untuk atasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi sampah, mengolah sampah, dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang, atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle); serta yang penting adalah upaya bersama kolaborasi semua pihak, pemerintah/pemda, masyarakat dan dunia usaha.  

Upacara yang berlangsung di Jl. Siliwangi (Ring-Road Barat) No.100 tersebut dihadiri oleh Balai Besar penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemulian Tanaman Hutan Yogyakarta, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wil. XI Jawa-Madura, BKSDA Yogyakarta, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Balai Pengelolaan DASHL SOP, Dan Seluruh Pegawai P3E Jawa berlangsung dengan Khidmat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah KAPUS P3E Jawa Sugeng Priyanto, dan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kristya Anggara. Peserta upacara tidak surut semangatnya meskipun upacara dilaksanakan pada bulan Puasa (Romadhon).

Dalam sambutan menteri yang di bacakat oleh Inspektur upacara, disampaikan bahwa Komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 16% dari total timbulan sampah secara nasional. Sementara komposisi sampah plastik di kota-kota besar seperti Jakarta, sekitar 17% (Riset bersama Indonesia Business Link dan Laboratorium Teknik Penyehatan dan Lingkungan UI 2016). Komposisi sampah plastik menunjukan trend meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015. Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Dari total timbulan sampah plastik, yang telah dilakukan daur ulang diperkirakan baru 10-15% saja, selain itu 60-70% ditimbun di TPA, dan 15-30% belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut (Data Program Adipura KLHK 2016). Dengan demikian, guna mengatasi persoalan sampah kemasan plastik, maka diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat, seperti sinergi antara perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sosial dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan (sustainable development).

Dalam pengelolaan sampah plastik berkelanjutan, terdapat beberapa prinsip utama yang harus diterapkan, yaitu:

  1. Melaksanakan re-design kemasan dengan cara mengurangi kemasan atau wadah sekali pakai dan meningkatkan agar dapat diguna ulang atau didaur ulang;
  2. Mengurangi timbulan sampah plastik sejak dari sumbernya dengan cara menghindari dan membatasi penggunaan kemasan, bungkus, dan kantong belanja plastik sekali pakai (single use packaging);
  3. Memanfaatkan kembali kemasan atau kontainer plastik untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain; dan
  4. Mendaur ulang kemasan dan wadah plastik yang memang di-design dapat didaur ulang.
  5. Kepemimpinan setiap elemen kelembagaan dalam masyarakat.

Salah satu pendekatan dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan (sustainable waste management) yang saat ini diproyeksikan yaitu dengan pendekatan circular economy. Pendekatan circular economy sudah diadopsi beberapa negara, antara lain Jepang (dengan istilah sound material-cycle society), Korea Selatan (dengan istilah green growth), China, dan Uni Eropa.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia di bulan Ramadhan ini, Kepala P3E Jawa ber pesan kepada seluruh yang hadir, diharapkan dapat menambah semangat untuk senantiasa memperbaiki diri dalam berperilaku adil terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pada iman. Dengan lingkungan yang bersih dari sampah, dapat meningkatkan kenyamanan dalam beribadah, dan perilaku ini agar terus berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan dan budaya, untuk ditularkan kepada lingkungan sekitarnya. Kita membutuhkan tekad bersama untuk pelembagaan budaya bersih dan bijak dalam mengelola sampah.

Tags : hlh

Banner
  • #AkuKamuKitaSemuaPeduliLingkungan
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : forum.ppejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.