Bookmark and Share

BERITA

Sambutan menlhk pada peringatan hlh 2017

02 Juni 2017, 17:02:17 - Siaran Pers - Hits : 328 - Posted by sugeng
Sambutan menlhk pada peringatan hlh 2017
 

 

SAMBUTAN 

MENTERI LINGKUNGAN HIDUPDAN KEHUTANAN

PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

5 JUNI 2017

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu,

 

Saudara-Saudara di seluruh penjuru tanah air yang saya hormati dan saya cintai,

 

Hari  ini kita melaksanakan acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang diperingati pada setiap tanggal 5 Juni seperti juga negara-negara lain  melaksanakannya di berbagai belahan dunia ini. Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memperlihatkan kepada kita dengan jelas bahwa fase atau tahapan kemajuan penanganan perlindungan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia memperlihatkan sosok gambarannya; sehingga kita bisa lebih memahami harus bagaimana dalam melangkah ke depan.  

 

Hal ini perlu saya utarakan karena saat-saat ini kita dihadapkan pada tantangan yang nyata  dalam hal perlindungan lingkungan dan alam kita. Menata hubungan alam dan manusia  bukan hanya sekedar pengelolaan sumberdaya alam untuk tujuan profit manusia, apalagi bila profit itu hanya untuk segelintir manusia saja. Lingkungan dan alam kita, membutuhkan perlindungan. Sangat signifkan kebutuhan itu sekarang !

 

Lingkungan dan atau Alam memiliki arti sangat besar dan bisa dikatakan menentukan hidup manusia, karena fungsi-fungsi alam yang bekerja juga bagi manusia atau sekaligus manusia menjadi bagian dalam landscpae ecology alam tersebut. Fungsi-fungsi alam itu meliputi :  

 

Pertama, FUNGSI REGULASI,  terkait dengan kapasitas ekosistem alam untuk mengatur proses ekologis yang esensial untuk menunjang sistem kehidupan dan sebaliknya juga mempertahankan kesehatan lingkungan dengan menyediakan udara bersih, air dan tanah;

 

Kedua, FUNGSI PEMBAWA/CARRIERdari alam yang menyediakan ruang dan bahan atau medium yang sesuai untuk aktivitas manusia seperti kebiasaannya, rekreasi dan  cocok tanam

 

Ketiga, FUNGSI PRODUKSI alam yang menyediakan berbagai sumberdaya mulai dari pangan, bahan mentah untuk industri, energi sampai kepada material genetik; serta 

 

Keempat, FUNGSI INFORMASI dimana alam memberi kontribusi kepada manusia untuk kesehatan mental dengan menyediakan kesempatan untuk refleksi, pencerahan spiritual, membangun kognitif dan pengalaman estetika.

 

Keempat fungsi alam tersebut secara utuh mempengaruhi kehidupan manusia.  Maka untuk itu, sangatlah tepat Badan Lingkungan Hidup Dunia atau United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema  HLH 2017, yaitu ”Connecting People to Nature” atau secara ringkas kita menyebutnya, tema  Menyatu dengan Alam.

 

Saudara-saudara yang saya cintai, 

 

Pemilihan tema ini mengajak kita untuk hadir bersama alammenghargai pentingnya keselarasan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alammemperlakukan alam secara proporsional, tidak primitif hanya mau mengeruk keuntungan daripadanya saja, tetapi harus dalam perspektif PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.  Tidak boleh lupa bahwa perjalanan dunia dalam concern dengan lingkungan telah dimulai melalui peringatan sejak tahun 1972, menggerakkan ribuan kegiatan di berbagai belahan dunia mulai dari aktivitas menjaga kebersihan di sekitar pemukiman, gerakan penanaman pohon, hingga upaya melawan kejahatan lingkungan. 


Saya ingin menegaskan 
lagi tentang upaya perlindungan lingkungan, atau kita bukan hanya mengelola dalam arti eksploitasi  alam, tetapi harus proporsional dan harus lebih modern, dengan konsep  keberlanjutan dan berwawasan lingkungan sebagaimanaditegaskan dalam UUD 1945 Pasal 33

 

Kita semua harus tidak lagi secara primitidalam melihat upaya pengelolaan lingkungan. Harus modern dan secara nyata menerapkan pendekatan sustainabilitas atau keberlanjutan yang menjadi benchmark modernitas pembangunan berwawasan lingkungan atau penyatuan manusia dan alam dalam menuju kemajuan  dan langkah ke depan. 

 

Disinilah juga ada konsep keadilan. Keadilan kepada anggota masyarakat lain yang harus mendapatkan haknya untuk memperoleh lingkungan yang baiksesuai UUD 1945 Pasal 28 huruf H dan terutama keadilan kepada generasi yang akan datang dimana kekayaan alam ini diwariskan dari generasi ke generasi.  Untuk itu harus dihilangkan egoisme dan sikap  free riders  serta  sifat hegemonial “hukum rimba” yang akhir-akhir ini seperti secara sengaja dimunculkan gejalanya ke tengah-tengah ruang publik. Untuk itu perlu dikembangkan social enterpreneurshipsebagai salah satu penyeimbang supaya ke depan, masyarakat dapat lebih menikmati empat (4) fungsi hutan. 

 

Harus kita ingat bahwa persoalan lingkungan dan sumberdaya alam kita di Indonesia sekarang ini, sudah lebih advance, masyarakat sudah lebih maju dalam memahami tentang lingkungan, juga UUD dan UU serta peraturan pelaksanaannya. Lebih advance daripada hanya sekedar issue konvensional lingkungan. Jadi jangan ada pihak-pihak yang ingin menarik mundur kebelakang persepsi maupun langkah-langkah dalam upaya modernitas perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang sudah mulai melembaga, berinternalisasi dengan pijakan dasar sustainabilitas atau keberlanjutan dan  prinsip berwawasan lingkungan.

Ciri lain modernitas itu juga bahwa soal-soal lingkungan bukan parsial, misalnyahanya sekedar soal kebakaran hutan atau kerusakan gambut  atau soal sawit di gambut, tetapi soal yang komprehensif, yang diukur dalam agregasi dan kompleksitas persoalan. Begitupun kita sudah melihatnya dengan menempatkan secara tepat posisi subyek lingkunganatau sumberdaya alam, jadi   bukan merupakan issue yang parsial

 

Bahkan sekarang sedang berkembang dalam diskursus publik  mengenai kebijakan ramah lingkungan, greener policy, dimana neraca sumberdaya alam menjadi instrumen pendorong, bahkan lebih spesifik, OECD telah mengkaji bahwa  investasi bukan menjadi  alasan untuk manusia menegasikan aspek lingkungan. OECD pada pertemuan di Berlin Mei lalu memperlihatkan hasilstudi bahwa investasi pada usaha ramah lingkungan atasi perubahan iklim dapatsejalan dengan investasi untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jadi jangan sekali-kali ada upaya “mengelabui” bahwa perlindungan lingkungan akan menghambat investasi. Itu tidak benar sama sekali. Oleh karena itu upaya penerapan, upaya atasi dampak perubahan iklim dengan Paris Agreement 2015 dilaksanakan sejalan dengan UUD 1945 pasal 28 huruf H ayat (1).

 

Saudara-saudara di seluruh penjuru tanah air, 

 

Tema “Menyatu dengan Alam” mengingatkan kita akan kewajiban memanfaatkan kekayaan alam karunia Tuhan YME dengan sebaik-baiknya. Berbagai upaya antara lain menjaga siklus air, mengendalikan pencemaran udara, pemanfaatan panas bumi, serta menikmati keindahan alam untuk obyek wisata.  Semuanya tersedia dalam jumlah melimpah di alam namun dapat habis bahkan hilang jika kondisi alamnya rusak atau terganggu. Sebagai contoh, air yang dihasilkan dari proses siklus hidrologi di alam sangat tergantung dari keberadaan ekosistem hutan.  

 

Rusaknya ekosistem hutan atauberkurangnya pepohonan akan mengubah siklus yang terjadi dan berdampak kepada menurunnya jumlah ketersediaan air baik di permukaan maupun di dalam tanah. Demikian halnya dengan wisata alam, fenomena dan keindahan alam yang merupakan hasil proses alam itu akan hilang jika ekosistem terganggu.

 

Yang sedang kita urus  untuk menata bersama sekarang adalah kembalikan fungsi alam hutan, lakukan tata kelolahutan yang seharusnya. Begitupun, harus kita pulihkan sungai-sungai dari pencemaran yang sudah cukup berat. Dan banyak lagi kondisi lingkungan yang harus kita  berikan perlakuan dengan corrective action. Caranya, dengan satu nafaskan antara perlindungan dan pengelolaan; serta jangan dikotomikan investasi dan lingkungan. 

 

Sejak hadirnya Konsep Agenda 21baikinternasional maupun nasional, sudah sangat jelas bahwa keselarasan ekonomi dan lingkungan atau lebih spesifik investasi dan lingkungan dapat dan telah dilakukan. Hanya dibutuhkan kejujuran dalam prakteknya. Mari kita aktualisasikan praktek-praktek keselarasan itu dengan kejujuran.

 

Pemerintah juga semakin nyata mendorong bahwa lingkungan dan sumberdaya alam dapat menjadi sumber bagi  suatu  pertumbuhan wilayah.Contokonkritnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Industri pariwisata alam menjadi trend dunia saat ini.  Begitupun di Indonesia, dengan satu Program Prioritas Nasionalmenjadikan Indonesia sebagai target destinasi wisata dunia bermodalkan atraksi wisata kekayaan dan keindahan alam IndonesiaAda 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas seperti Labuan Bajo, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Sumberdaya alam dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat sekitar yang sifatnya konstruktif. Hal ini dapat dilakukan dengan pengembangan ekowisata yang sarat dengan unsur edukasi dan rehabilitasi kawasan. Dalam kaitan ini, maka Kelompok masyarakatjuga dapat menjadi garda terdepan sebagai pelaku utama menjaga upaya kelestarian dan keutuhan berbagai taman nasional. Kekuatan alam Taman Nasional kita dicirikan oleh kekayaan keanekaragaman hayati yang berada pada rangking-2 di dunia untuk ekosistem darat; ranking-1 untuk ekosistem lautan. Peran keanekaragaman hayati sangat penting untuk masa depan Indonesia dan dunia terutama untuk, pajak, bio-energi, bio-medicine, air dll. 

 

Untuk itulah secara filosofis dan dalam praktisnya  sangat penting untukmenjaga keseimbangan alam, dimana manusia tidak hanya mengambil tetapi juga harus memberi. Ketika mengambil air dari alam, maka kelestarian hutan dan mata air harus tetap terjaga.  Panorama indah dan kesegaran udara untuk wisata alam juga harus tetap terjaga keaslian dan keutuhannyapada semua unsur alam tersebut. Ketika memanfaatkan kawasan untuk produksi harus kita jaga terutama yang terdekat ini  dari ancaman kebakaran hutan dan lahan; dan  juga dari pencemaran. Kita perlu melakukan pengendalian pencemaran terutama dari sampah laut seperti marine debris. Disitulah ada kebutuhan akan kejujuran para penanggung jawab kegiatan dan termasuk penyelenggara  pembinanya. 

 

Saudara-saudara di seluruh penjuru tanah air, 

 

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia di bulan Ramadhan ini bisa menjadi refleksi bagi kita untuk mengingat kembali perlunya manusia melakukan perubahan perilaku dengan menahan diri dari perbuatan kurang baik untuk menjadi lebih baik.  Hal ini juga dapat diimplementasikan dalam menjaga kekayaan, keselarasan dan keindahan alam. Dan yang paling penting aktualisasi  kejujuran dalam melihat,  mempersepsikan persoalan serta dalammelangkah dengan dan bersama alam. 

 

Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwamanusia dan alam adalah satu. Kita tidak bisa dipisahkan dari alamOleh karenaitu terhadap alam, kita harus jujur mempersepsikan danmemperlakukannya, juga harus menjaga dari berbagai ancaman; harus mengelola dengan prinsip perlindungan. Kita harus berupaya sungguh-sungguh melindungi dan memulihkan lingkungan sebagai komitmen kuat menjamin hak-hak konstitusional warga negara termasuk generasi mendatang. Itu harus kita lakukan bersama-sama.

 

Lindungi alam kita, Lindungi Indonesia kita. Jaga keaneka-ragaman hayati dan budaya, yang  berarti kita memberi kontribusi menjaga negara dan bangsa ini. Mari berbuat me<span class=


Banner
  • Aku Kamu Kita Semua Peduli Lingkungan
  • #AkuKamuKitaSemuaPeduliLingkungan
  • Gerakan Aksi Untuk Lingkungan
  • #GAUL
  • Kebangkitan nasional 2017
  • HLH 2017
  • Semangat Kerja Bersama 17 Agustus 2017
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Ringroad Barat No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : forum.ppejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.