Bookmark and Share

BERITA

Pasar Ekologis, Pengendalian Pembangunan sektor Pertambangan di Yogyakarta

18 April 2017, 19:48:16 - Berita - Hits : 329 - Posted by shodiq
Pasar Ekologis, Pengendalian Pembangunan sektor Pertambangan di Yogyakarta

Gunung kidul, (18/4). keramain pasar Ekologi Argowijil pagi  ini berbeda dengan hari biasanya. Sugeng Priyanto Kepala P3E Jawa kali ini  mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur D.I. Yogyakarta, dan Bupati Gunung Kidul, meresmikan pasar ekologi Argowijil di Desa Gari, Wonosari, Gunung kidul.


Pasar Ekologi Argowijil adalah pasar tradisional yang mengejawantahkan prinsip pengendalian (pemulihan) pembangunan sektor pertambangan dengan tema jawa Beber Dasaran. Makna istilah beber dasaran adalah menampilkan produk yang layak dengan cara lesehan.


Siti nurbaya dalam sambutannya mengatakan bahwa Pasar ekologi argowijil dibangun di atas lahan bekas tambang sebagai upaya pemulihan lahan yang rusak. "Pasar Ekologi ini dibangun sebagai upaya pemulihan lahan yang rusak akibat usaha pertambangan rakyat setempat", Ujarnya.


Selain berfungsi sebagai tempat jual beli, pasar ini juga menggunakan sarana penunjang yang berwawasan lingkungan, seperti listrik tenaga matahari, jalan lokal menggunakan konblok, tanaman khas lokal, serta dilengkapi dengan fasilitas pengolah sampah.


Lebih lanjut Siti Nurbaya menjelaskan dalam sambutannya bahwa Pasar Ekologi ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan bekas lahan penambangan batu gamping seluas 7000 m2 dan proses penetapanya setelah mempertimbangkan hasil studi kelayakan, dan Detail Engineering Design (DED) tahun 2015 dengan kriteria meliputi: (1) status lahan merupakan lahan milik Kesultanan Yogyakarta; (2) Peruntukan lahan berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung kidul ditetapkan sebagai kawasan peruntukan permukiman dan kawasan peruntukan pertanian lahan kering; (3) Kesesuaian kondisi fisik lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya, sarana dan prasarana pada lokasi tapak. Pertimbangan lainnya adalah kebutuhan masyarakat dan pemerintah desa setempat bahwa Desa Gari memerlukan pasar tradisional yang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan fasilitas umum.

 

"Hal ini sesuai dengan intruksi presiden, usaha pertambangan perlu ditata kembali. Tindakan tegas dilakukan pada penambangan tanpa izin. Kaitannya usaha pertambangan rakyat, diperlukan bimbingan kepada masyarakat " Imbuh Siti Nurbaya.


Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, juga mengatakan bahwa keberadaan pasar ini dapat memberi manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Selain itu, Sri Sultan menegaskan bahwa pengelolaan pasar ini melibatkan BUMDes, sehingga dapat memberikan nilai tumbuh untuk desa, termasuk pengelolaannya karena melibatkan generasi muda yang kreatif dan inovatif.


Sebagai lembaga kepala P3E Jawa yang memiliki tugas melakukan pengendalian pembangunan di ekoregion jawa, Sugeng Priyanto di sela sela peninjauan lokasi, tetap berharap agar pasar ini dapat dikelola secara berkesinambungan dan berfungsi sesuai harapan serta memiliki makna sebagai upaya pengendalian pembangunan khususnya pemulihan lahan akibat pertambangan.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Dr. Drs. Sugeng Priyanto, M.Si,
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa
(P3E Jawa).
Tlp. 0274-620702, e-mail : http://p3ejawa@menlhk.go.id

 


Banner
  • Aku Kamu Kita Semua Peduli Lingkungan
  • #AkuKamuKitaSemuaPeduliLingkungan
  • Gerakan Aksi Untuk Lingkungan
  • #GAUL
  • Kebangkitan nasional 2017
  • HLH 2017
  • Semangat Kerja Bersama 17 Agustus 2017
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Ringroad Barat No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : forum.ppejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.