Bookmark and Share

BERITA

Kearifan Masyarakat Gemawang, Mengelola Hutan

10 April 2017, 14:03:15 - Eko Produk - Hits : 278 - Posted by Humas
Kearifan Masyarakat Gemawang, Mengelola Hutan

Hutan rakyat merupakan pengelolaan hutan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek ekologi tetapi juga aspek ekonomi, hutan rakyat sangat memungkinkan untuk dapat meningkatkan pendapatan dan mengembangkan kesejahteraan petani.

Pengelolaan hutan rakyat pada dasarnya bertujuan untuk melestarikan sumber daya hutan agar tetap terjamin kesinambungan persediaannya di masa yang akan datang

Hutan rakyat di Jawa umumnya digunakan oleh masyarakat sekitar untuk menanam pohon yang menghasilkan kayu untuk diinvestasikan atau dijual  seperti jati, mahoni, dan sengon yang bernilai ekonomis  tinggi. Tanaman lain non-kayu yang dapat dimanfaatkan  sebagai bahan pangan (palawija, buah-buahan, dan sayur-sayuran) atau komoditas seperti tanaman apotik hidup.

Selain itu hasil hutan dapat berupa karbon dan bermanfaat secara ekologi. Hal ini menjadikan hutan sebagai sumber penghidupan masyarakat yang harus dilestarikan. Masyarakat sekitar hutan menggantungkan hidupnya di hutan sebagai cara bertahan hidup. Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu wilayah yang berada di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah hutan rakyat seluas 39.453 hektar pada akhir 2012.

Salah satu contoh pengelolaan hutan rakyat di Kabupaten Wonogiri yakni di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, pada Kelompok Tani Hutan Rakyat “Wahyu Utomo”. Hal ini diperoleh informasinya pada tanggal 9 Maret 2017 pada saat kunjungan kelapangan yakni dari Sekretaris kelompok, Ibu Feni, Pak Parman (Ketua RT), Pak Yono serta Pak Sutrisno. Pembentukan kelompok tani hutan rakyat awal mulanya diinisiasi oleh Penyuluh Kehutanan dari Dinas Kehutanan Kabupaten Wonogiri yang masih ada saat itu. Kelompok Tani Wahyu Utomo beranggotakan sebanyak 22 petani dengan luasan total hutan rakyat seluas 25 ha.

Kelompok Tani Wahyu Utomo secara periodik mendapatkan pembinaan dan bimbingan teknis mengenai metode-metode penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan, dan sebagainya yang terkait dengan pengelolaan hutan rakyat secara berkelanjutan.
Pengawasan hutan rakyat di Desa Gemawang ini dilakukan dengan menyusun dan mengawasi terhadap pelaksanaan Peraturan Desa yang ada. Salah satu ketentuan yang ada dalam Perdes tersebut mewajibkan bagi pemilik hutan rakyat yang akan menebang 1 unit pohonnya harus mengganti dengan 5 pohon pengganti.  Selain itu ada kewajiban bagi penduduk yang akan menikah harus menanam pohon sebanyak 1 unit.


Pola tanam hutan rakyat dilakukan secara tumpangsari yaitu dengan cara  melakukan penanaman tanaman pendukung di sela-sela tanaman inti yang bibitnya diperoleh dari Dinas Kehutanan Kabupaten Wonogiri.  Tanaman yang ditanam oleh kelompok tani pada umumnya adalah tanam singkong dan tanaman rempah-rempah.

Ujar Bpk Sutrisno, salah satu aparatur di Kecamatan Ngairojo, ada dua kendala besar yang ditemui di dalam melakukan pengelolaan hutan rakyat khususnya di Desa Gemawang-Wonogiri, yaitu :
1)    Sulit memantau perkembangan jumlah pohon dari hutan rakyat yang ditebang dan dijual ke luar daerah dan peremajaan yang dilakukan karena sudah tidak dilakukan legalisasi pohon yang akan ditebang dan dijual dari penyuluh yang bersertifikasi diketahui pihak kecamatan, dan
2)    Terjadinya perubahan kewenangan pengelolaan urusan bidang kehutanan yang pada awalnya berada di level kabupaten, setelah diberlakukan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah berubah di level provinsi.  Kondisi ini membawa konsekuensi banyaknya penyuluh ataupun ASN yang pada awalnya di level kabupaten/kota harus ditarik ke level provinsi, sehingga dampaknya tidaklah sederhana karena tidak hanya menyangkut masalah etos kerja dan psikologis tetapi juga masalah penataan substansi materi yang akan dijalankan. Kondisi ini tentu saja harus bisa segera mendapatkan solusi agar tidak membawa dampak yang lebih besar dan luas lagi. (NW,HA,AR)

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Dr. Drs. Sugeng Priyanto, M.Si, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa). Tlp. 0274-620702, e-mail : p3ejawa@menlhk.go.id


Banner
  • Aku Kamu Kita Semua Peduli Lingkungan
  • #AkuKamuKitaSemuaPeduliLingkungan
  • Gerakan Aksi Untuk Lingkungan
  • #GAUL
  • Kebangkitan nasional 2017
  • HLH 2017
  • Semangat Kerja Bersama 17 Agustus 2017
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Ringroad Barat No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : forum.ppejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.