Bookmark and Share

BERITA

Sosialisasi Protokol Kesehatan Memasuki New Normal

15 Juli 2020, 16:04:24 - Berita - Hits : 49 - Posted by admin-uut
Sosialisasi Protokol Kesehatan Memasuki New Normal

Pada tanggal 15 Juli 2020, P3E Jawa melaksanakan kegiatan "Sosialisasi Protokol  Kesehatan Memasuki New Normal" . Narasumber  pada kegiatan tersebut adalah Danang Syamsu Rizal,ST dari Gugus Tugas Covid DIY [BPBD DIY]. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempersiapkan setiap pegawai dalam memasuki era new normal agar aktifitas dan kinerja serta pelayanan P3E Jawa tetap berjalan normal dan professional tanpa ada ketakutan dan kekhawatiran akan Covid 19.

Beberapa hal yang terkait  dengan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan baru adalah tetap menerapkan jaga jarak, sering membersihkan bagian tubuh yang gampang terjangkit virus corona contohnya asalah cuci tangan, serta tetap menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait New Normal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan panduan lengkap penerapan new normal. Kemenkes menerbitkan Keputusan Menkes dengan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Berikut panduan lengkap new normal dari Kemenkes adalah:

Selama PSBB bagi Tempat Kerja

a. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan Covid-19

1.         Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID19 di wilayahnya. (Secara berkala dapat diakses di https://infeksiemerging.kemkes.go.id. dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat).

2.         Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

3.         Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

4.         Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

5.         Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

6.         Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

 

b. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung:

1.         Di pintu masuk tempat kerja dilakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja menerapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit covid-19

2.         Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3.         Untuk pekerja shift:

a.         Jika memungkinkan untuk tidak dilakukan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari)

b.         Jika dilakukan Shift 3, usia pekerja adalah kurang dari 50 tahun.

4.         Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

5.         Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

6.         Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat,

a.         Higiene dan sanitasi lingkungan kerja

•          Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area, dan fasilitas umum lainya.

•          Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

b.         Sarana cuci tangan

•          Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir)

•          Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan

•          Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

•          Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll)

c.         Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

d.         Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

•          Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

•          Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya.

•          Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat.

•          Makan makanan dengan gizi seimbang

•          Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain lain.


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.