Bookmark and Share

BERITA

Membangun PeriLaku ASN Transformasi Abdi Negara ke dalam Pelayan Publik

26 Desember 2019, 12:39:38 - Berita - Hits : 146 - Posted by admin

Menyambut era digital seperti sekarang ini, setidaknya ada 5 cara berkomunikasi ASN yang perlu disiapkan, yaitu pertama dengan memberikan hiburan (entertainment) bagi publik, kedua membagi informasi dengan mereka, ketiga memberikan pengalaman yang menimbulkan motivasi, keempat memberikan inspirasi dan kelima transformasi, atau melaksanakan perubahan.

 

ASN tak hanya dituntut memiliki integritas tinggi dalam bekerja, namun di jaman digital seperti sekarang ini, kompetisi yang akan dihadapi ASN beberapa waktu ke depan bisa menjadi motivasi untuk membekali diri dengan kapasitas dan potensi yang handal, hingga mampu memberikan pelayanan publik yang prima.

 

Untuk itu, ASN mulai bertranformasi menjadi profesi yang diakui dan negara diharapkan dapat menjamin kesejahteraannya. Hal ini bisa dilihat dari penamaan pun sudah berubah, dulu disenuy PNS tapi sekarang menjadi ASN, lalu gaya bekerjanyapun sudah bertransformasi, dulu dilayani, sekarang harus melayani.

 

Dalam mewujudkan transformasi tersebut, mengatur perilaku secara normatif perlu diperhatikan oleh ASN terhadap pengguna jasa (konsumen), antara lain (1) Sikap/perilaku, (2) Ekspresi wajah, (3) Penampilan, (4) Cara berpakaian, (5) Cara berbicara, (6) Cara mendengarkan dan (7) bagaimana Cara bertanya.

 

Ketika sedang memberikan pelayanan kepada pengguna jasa, setidaknya ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan oleh ASN, yaitu:

  1. 1.     Bersikap sopan kepada pihak lain dalam setiap komunikasi

(1)   mengatur kalimat yang akan diucapkan

(2)   menyampaikan kalimat dengan lemah lembut

(3)   menghindari menggunakan kalimat yang meremehkan

(4)   menghindari menggunakan kata “kamu”, tetapi gunakan kata “anda / Bapak / Ibu”

(5)   memberi salam, tegur dan sapa yang ramah

(6)   saling tegur sapa antar sesame ASN

  1. 2.     Bersikap menghormati dan menghargai pihak lain

(1)   Mencermati pendapat dan usul

(2)   Mematuhi perintah atasan dan tidak suka membantah

(3)   Seorang atasan hendaknya juga mau mendengar pendapat bawahan

  1. 3.     Bersikap penuh perhatian yang diperlihatkan kepada pihak lain

(1)   Memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan

(2)   Seorang atasan hendaknya memperhatikan kondisi ASN

  1. 4.     Bersikap suka menolong pihak lain

(1)   Membantu pengguna jasa dalam kesulitan mengisi formulir

(2)   Membantu sesama karyawan dalam kesulitan kerja

  1. 5.     Bersikap tenggang rasa terhadap pihak lain agar diterima dan disukai dimana saja  berada
  2. 6.     Bersikap ramah kepada pihak lain, bukan sikap formal/resmi, melainkan familiar, akrab, dan bersahabat.
  3. 7.     Bersikap menguasai diri dan mengendalikan emosi dalam setiap situasi. Berusaha untuk tidak menyinggung perasaan atau mengganggu pikiran pihak lain, terutama bersikap sabar terhadap pengguna jasa yang mungkin merepotkan, atau setidaknya sama sekali tidak terpancing oleh sikap emosional pihak lain yang kita hadapi.

 

Berdasarkan langkah-langkah tersebut diatas, maka akan berdampak positif terhadap organisasi maupun ASN itu sendiri.

  1. memudahkan berhubungan baik dengan setiap orang dan pandai membaca situasi atau disebut komunikatif

(1)   Dapat membantu dalam berkomunikasi dengan pengguna jasa, sesama pegawai, dan dengan atasan

(2)   Dapat mengenali kesukaaan lawan bicara

(3)   Banyak mendengarkan lebih baik daripada banyak bicara, karena akan memperoleh banyak masukkan dari pihak lain

  1. mampu mencari bahan pembicaraan tanpa melukai perasaan pihak lain bahkan dengan  diimbangi sense of humor yang tinggi. Kemampuan atraktif semacam ini bisa diperoleh dengan cara, misalkan :

(1)   Banyak membaca pengetahuan umum dengan tujuan meningkatkan wawasan luas

(2)   Rajin mengikuti perkembangan dunia sehingga dapat memperkaya informasi

(3)   Tekun membaca sejarah tokoh dunia yang sukses dibidangnya agar dapat memotivasi diri sendiri

(4)   Tidak mudah tersinggung dengan bersikap dewasa dan pemaaf

  1. lebih dahulu kita menghargai orang lain dan jangan menuntut untuk dihargai orang lain terlebih dahulu atau disebut respektif.

(1)   Hati-hati menjaga perasaan orang lain

(2)   Menjaga panggilan yang terhormat bagi orang lain

(3)   Tahu apa yang menjadi tabu

  1. memupuk kepercayaan dan keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi. Hal ini dapat diperoleh dengan beberapa cara, antara lain:

(1)   Tekun membaca pengetahuan umum

(2)   Berani melakukan diskusi

(3)   Ikhlas dan terbuka dalam menerima kritik dan saran dari orang lain

(4)    Bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat (GSW)


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.