Bookmark and Share

BERITA

JAMBORE SAPU GUNUNG INDONESIA 2016 AREA PERKEMAHAN RANU PANI, GUNUNG SEMERU, TNBTS

19 Agustus 2016, 16:01:16 - Siaran Pers - Hits : 415 - Posted by admin-uut
JAMBORE SAPU GUNUNG INDONESIA 2016 AREA PERKEMAHAN RANU PANI, GUNUNG SEMERU, TNBTS

Lumajang, 30 April 2016. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan mahasiswa pecinta alam telah melakukan survei timbulan sampah dan aksi bersih taman nasional dan kawasan wisata (gunung) yang berlangsung pada tanggal 11-24 April 2016 di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Merbabu, Taman Nasional Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Argopuro, Gunung Prau, Taman Nasional Gunung Ciremai, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Halimun Salak, Gunung Sumbing, Gunung Papandayan, Gunung Bawakaraeng, Gunung Halau Halau.

Hasil survei tersebut mengolah data timbulan sampah yang terdapat di delapan destinasi pertama yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Merbabu, Taman Nasional Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Argopuro, dan Gunung Prau. Tujuh destinasi yang lain masih dalam proses penghitungan. Output kegiatan dari survei ini akan menghasilkan Profil Taman Nasional berbasis Perngelolaan Sampah dan Pelestarian Flora Fauna Endemik. Profil ini akan menjadi basis data bagi pengembangan Taman Nasional sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. 

Data hasil survei di 8 destinasi wisata menunjukkan terdapat 453 ton sampah dihasilkan oleh 150.688 orang pendaki/pengunjung setiap tahunnya atau sampah yang dihasilkan sekitar 3 kg/pengunjung. Dari timbulan sampah tersebut terdapat 250 ton lebih atau 53% sampah plastik yang sangat sulit terurai di lingkungan.  Secara permanen sampah plastik tersebut berpotensi mencemari ekosistem hutan dan taman nasional/gunung, mengingat salah satu fungsi taman nasional adalah sebagai destinasi wisata yang harus selalu bersih dari sampah dan sebagai media pemeliharaan flora dan fauna endemik yang menjadi minat para pengunjung/wisatawan.

Salah satu upaya untuk menjaga taman nasional yang bersih sampah adalah dengan mengedepankan paradigma baru “zero waste untuk menjaga kelestarian  dan keberlanjutan  taman nasional dan destinasi wisata Indonesia” yang merupakan tema dari kegiatan Jambore Sapu Gunung Indonesia 2016 yang dilaksanakan di area perkemahan Ranu Pani, Gunung Semeru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jambore Sapu Gunung Indonesia 2016 ini dihadiri oleh 1.000 orang dari sekitar 300 komunitas pencinta alam dan komunitas outdoor Indonesia.  

Kegiatan Jambore Sapu Gunung ini terdiri dari pembacaan prolog Kode Etik Pecinta Alam yang dimaksudkan untuk mengajak para pencinta alam dan pengunjung destinasi wisata/gunung untuk ikut serta memelihara alam beserta isinya dan menggunakan sumberdaya alam sesuai dengan kebutuhannya. Pembangunan Bank Sampah yang ditujukan untuk memberikan edukasi kepada pengunjung dan masyarakat yang tinggal disekitar Gunung Semeru untuk melakukan pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (reduce-reuse-recucle), penanaman 100 pohon endemik TNBTS pohon kesek (dodoneae viscosa) dan pelepasliaran 50 burung endemik TNBTS jenis Jalak Kebo, Cucak Keling, Kacamata dan trocokan.  Pada Jambore Sapu Gunung ini juga dilakukan peresmian pembukaan jalur pendakian gunung Semeru yang ditandai dengan pembagian reuseable trash bag kepada para pendaki, sehingga diharapkan saat pendaki turun dari puncak gunung Semeru akan membawa sampah yang tercecer di lingkungan gunung Semeru untuk diolah di Bank Sampah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh media lingkungan hidup Greeners bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui DITJEN PSLB3 dan DITJEN KSDAE  serta komunitas Mahasiswa Pecinta Alam. Kegiatan sapu gunung ini pertama kali dilakukan pada tanggal 12 Oktober 2013 di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan melakukan operasi bersih (opsih) yang diikuti oleh mapala di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Pada tanggal 11 April 2015 juga telah dilakukan kegiatan sapu gunung yang berlangsung di Taman Nasional Gunung Tambora dan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Kegiatan sapu gunung ini sejalan dengan Progam Revitalisasi Presiden RI dibidang pariwisata melalui penetapan 10 destinasi wisata Indonesia, yang salah satunya adalah Taman Nasional Bromo Semeru Tengger di Jawa Timur (TNBTS)

Kegiatan Sapu Gunung ini akan menjadi titik balik dan titik awal pengurangan dan penanganan sampah di taman nasional sekaligus mendukung Program Nasional Indonesia Bersih Sampah 2020. Untuk lebih memfokuskan upaya Taman Nasional sebagai Destinasi Wisata Unggulan yang Bersih Sampah Plastik perlu langkah cepat dan strategis diantaranya perlu ada pengaturan pengunjung untuk mengurangi timbulan sampah dengan menerapkan prosedur standar yang ketat terhadap bawaan pengunjung dan kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai serta mengganti dengan kantong yang dapat diguna ulang (reusable trash bag)

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Tuti Hendrawati Mintarsih, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3

Telp/Fax : 021-8580111


Banner
  • Aku Kamu Kita Semua Peduli Lingkungan
  • #AkuKamuKitaSemuaPeduliLingkungan
  • Gerakan Aksi Untuk Lingkungan
  • #GAUL
  • Kebangkitan nasional 2017
  • HLH 2017
  • Semangat Kerja Bersama 17 Agustus 2017
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Ringroad Barat No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : forum.ppejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.