Bookmark and Share

BERITA

MENGENAL STATUS dan ARAHAN PENGELOLAAN JASA LINGKUNGAN DAS CISADANE

23 Desember 2019, 03:03:55 - Berita - Hits : 161 - Posted by admin

Berdasarkan data yang tersedia di P3E Jawa, pada tahun 2013 lalu kondisi IKLH DAS  Cisadane adalah 5`,53 atau kategori sedang dengan kepadatan pebduduk pada saat itu 28,72 jiwa/ha  dan status kekritisan airnya adalah telah kritis atau dengan angka 8,09 serta keamanan kehatinya adalah 60,03%

DAS Cisadane secara geografis terletak pada posisi 106028’50” - 106056’0” BT dan 600’59”- 6047’02” LS. Secara administratif DAS Cisadane terletak di 3 Kabupaten dan 2 Kota yaitu Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Tangerang, Kota Bogor dan Kota Tangerang dengan luasan areal DAS Cisadane sebesar 138.308 ha. Persentase masing-masing luas kabupaten dan kota dalam DAS terlihat pada Tabel 3.19. DAS Cisadane berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, DAS Citarik bagian selatan, DAS Ciliwung dan DAS Kali Angke di sebelah timur dan DAS Ciujung, DAS Cimanceri, DAS Cirarab dan DAS Ciasin dibagian baratnya

DAS Cisadane terdiri dari 5 satuan ekoregion yaitu Dataran Fluvial Jawa, Dataran Pantai Utara Jawa, Dataran Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung, Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung dan Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung. Sebaran satuan ekoregion dalam DAS Cisadane dapat dilihat pada Gambar 3.16. Sedangkan luas masing-masing Ekoregion dalam DAS Cisadane terlihat pada Tabel 3.20.

 

 

Nama

 

 

Kode

 

 

Luas (Ha)

 

 

(%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Fluvial Jawa

 

F

5.065

3,66%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Pantai Utara Jawa

 

M1

1.058

0,76%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V3

40.751

29,46%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V1

59.878

43,29%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V2

31.557

22,82%

 

 

 

Permasalaan kualitas air sungau Cisadane tidak semuanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air domestik, peternakan, industri, perikanan, pemeliharaan sungai dan pertanian. Berdasarkan PP nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air maka sebagian besar sungai dilakukan pemantauan. Berdasarkan titik-titik pantau kualitas air DAS Cisadane diketahui bahwa Sungai Cisadane mengalami permasalahan kualitas air.

Kualitas air sub-DAS Cisadane bagian hulu dipantau dari titik pantau air Pasir Buncir, Muara Jaya, Cimande Hilir, Batu beulah 1 dan Batu beulah 2. Kualitas air Sub-DAS Cisadane tengah dipantau dari titik pantau air Putat Nutug, Kerihkil, Pabuaran, PDAM, Gading Serpong dan Bendung Pasar. Sedangkan kualitas air Sub-DAS Cisadane hilir dipantau dari titik pantau air di Kali Baru.

Kerawanan Lingkungan secara relatif rentan terhadap penebangan dan pencurian kayu di hutan dan kebakaran hutan saat kemarau yang dapat menyebabkan kepunahan fauna asli, penurunan keanekaragaman hayati akibat perburuan liar dari masyarakat sekitar atau oknum-oknum pemburu liar, penurunan atau kehilangan sumber mataair akibat pertambangan bahan galian C, alih fungsi lahan hutan ke budidaya kawasan pariwisata yang dapat menyebabkan bahaya bahaya erosi, longsor lahan, dan sedimentasi pada aliran-aliran sungai, serta konflik kepemilikan lahan pada kawasan yang berkembang pesat.

Ancaman bencana alam berupa erupsi gunungapi yang masih aktif, dan pemunculan gas-gas vulkanik berbahaya, seperti: gas mofet (CO2), sulfatara (SO2), dan NOx secara lokal

Untuk meningkatkan kualitas lingkungan DAS, maka perlu dilakukan adalah Perlu ditingkatkan kemampuan system penyerapan dan penyimpanan air pada kawasan ini, mengingat kondisinya yang sudah defisit. Peningkatan kemampuan tersebut bisa melalui vegetative maupun sipil teknis dengan membangun embung, danau, situ, sumur-sumur resapan dan lain-lain.

Sedasngkan arahan pembangunanya berdasarkan jasa ekosistem yang paling dominan meliputi

  1. Jasa penyedia Berdasarkan kondisi morfologi secara umum berpotensi sebagai kawasan lindung dan penyangga (buffer zone) untuk menjaga kelestarian mataair, tanah, dan lahan-lahan di bawahnya, serta keanekaragaman hayati.
  2. Jasa pengaturan Secara orohidrologis berfungsi sebagai kawasan tangkapan hujan dan resapan air hujan, sebagai pengatur siklus hidrologi dan pensuplai cadangan airtanah di bagian bawah
  3. Jasa budaya Pengembangan wisata alam minat khusus dan pendidikan ilmu pengetahuan alam pendidikan ilmu pengetahuan alam
  4. Jasa pendukung Perlindungan plasma nutfah melalui zonasi kawasan hutan lindung, kawasan konservasi, dan penyangga, serta pengembangan kawasan ekonomi terbatas sebagai kawasan wisata alam. (gsw)

Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.