Bookmark and Share

BERITA

MENGENAL STATUS dan ARAHAN PENGELOLAAN JASA LINGKUNGAN DAS Bengawan Solo

23 Desember 2019, 00:54:35 - Berita - Hits : 224 - Posted by admin

Berdasarkan data yang tersedia di P3E Jawa, pada tahun 2013 lalu kondisi IKLH DAS Bengawan Solo adalah 44,59 atau kategori sedang dengan kepadatan pebduduk pada saat itu 7,7 jiwa/ha dan status kekritisan airnya adalah keadaan kritis atau kengan angka 28,98 serta keamanan kehatinya adalah 42,44%

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo merupakan DAS terbesar di Pulau Jawa, terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan luas wilayah 1.529.568 Ha. Lokasi DAS Bengawan Solo berada pada posisi 110o18’ BT sampai 112o45’ BT dan 6o49’LS sampai 8o08’ LS. DAS Bengawan Solo dibagi ke dalam tigaSub DAS, yang meliputi SubDAS Bengawan Solo Hulu, Sub DAS Kali Madiun dan Sub DAS Bengawan Solo Hilir.

DAS Bengawan Solo berbatasan dengan:

Bagian barat

: berbatasan dengan DAS Serang dan DAS Progo

Bagian selatan

: berbatasan dengan DAS Grindulu dan DAS Lorong

Bagian timur

: berbatasan dengan DAS Brantas

Bagian utara

: berbatasasn dengan Laut Jawa

 

 

 

Karakteristik fisik lingkungan dapat digambarkan dari satuan-satuan ekoregion yang ada di dalamnya. Satuan ekoregion terluas di DAS Bengawan Solo yaitu dataran vulkanik jalur Gunung Karang - Merapi - Raungse.

 

 

 

Ekoregion

 

 

KODE

 

 

Luas (ha)

 

 

(%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Danau

 

 

 

5.955

 

0,39%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Fluvial Jawa

 

F

198.591

 

12,98%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Struktural Blok Selatan Jawa

 

S31

5.393

 

0,35%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S32

255.318

 

16,69%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V3

324.126

 

21,19%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V1

62.662

 

4,10%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Karst Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

K2

20.470

 

1,34%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Karst Jalur Pangandaran - Karangbolong -

 

K1

26.181

 

1,71%

 

 

 

Gunungsewu – Blambangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Struktural Blok Selatan Jawa

 

S21

109.452

 

7,16%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S22

236.918

 

15,49%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V2

284.336

 

18,59%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berbagai masalah lingkungan telah terjadi di DAS Bengawan Solo. Permasalahan tersebut berupa banjir, lahan kritis, pencemaran air, erosi, sedimentasi dan permasalahan sosial lainnya.

  1. a.   Banjir

 

Banjir besar di DAS Bengawan Solo Hulu pernah terjadi pada tahun 1966. Puncak banjir diperkirakan sebesar 4.000 m3/det di Wonogiri, 2.000 m3/det di Surakarta dan 1.850 m3/det di Ngawi. Luas daerah genangan banjir di sebelah hulu Kota Surakarta sekitar 18.000 ha dan di Sragen sekitar 10.000 ha. Pemerintah telah banyak membangun fasilitas pengendali banjir. Fasilitas pengendalian banjir yang terutama dalam Wilayah DAS Bengawan Solo adalah Bendungan Serbaguna Wonogiri (Waduk Gajah Mungkur) yang terletak sekitar 55 km disebelah hulu Kota Surakarta.

b. Erosi dan Sedimentasi

 

Erosi lahan terutama terjadi di wilayah hulu DAS yaitu SubDAS Bengawan Solo Hulu dan SubDAS Madiun. Selanjutnya erosi akan mengakibatkan sedimentasi di daerah bawahnya hingga ke muara Sungai Bengawan Solo di Selat Madura.

Untuk mengatasi masalah sedimentasi yang terjadi di Selat Madura, pemerintah Belanda telah membuat sudetan sungai kearah utara melalui daerah rawa menuju Laut Jawa, menghubungkan DAS Bengawan Solo dengan laut di sebelah timur perkampungan nelayan Ujung Pangkah pada tahun 1890-an. Sampai saat ini arah (alignment) saluran tersebut masih tetap seperti kondisi awal dikarenakan oleh material lempung padat yang terdapat di daerah rawa tersebut, tetapi telah terjadi perubahan di muara sungai.

 

Perkembangan perubahan muara sungai menunjukkan perubahan memanjang sekitar 11 km kearah utara menuju Laut Jawa selama kurun waktu 110 tahun sejak dibangunnya saluran tersebut. Pada sekitar tahun 1922, telah terjadi perubahan muara sepanjang 9 km ke arah utara sepanjang saluran memotong endapan pasir dangkal sampai ke garis pantai. Pada tahun 2000, di muara telah terbentuk tiga alur ke arah samping, dan tidak terjadi perubahan pada saluran utama yang akhirnya tertutup. Ketika salah satu alur kearah samping berubah menjadi lebih panjang dari yang lainnya, ada kecenderungan akan tertutup akibat peningkatan endapan sedimen. Pada saat yang bersamaan, alur yang lain menjadi besar karena ada tambahan debit yang masuk. Muara tersebut telah berkembang membentuk beberapa alur melalui proses yang sama dan berulang seperti di atas.

 

Proses tersebut di atas merupakan proses yang normal dimana terjadi gerusan dan endapan pada dasar sungai dan tidak terpengaruh oleh perubahan akibat proses yang terjadi di pantai. Tidak terjadi endapan pasir di muara sehingga tidak akan terjadi penyumbatan muara yang dapat menyebabkan banjir. Studi mengenai teknik pantai dalam studi CDMP menyimpulkan bahwa tidak akan terjadi pergerakan muara kearah utara, tetapi akan melebar kearah timur dan barat dan dengan volume angkutan sedimen pada kondisi saat ini, maka Selat Madura akan tertutup dalam waktu 200 tahun.

c. Lahan Kritis

 

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Pengelolaan DAS Bengawan Solo (tahun 2010) disebutkan bahwa lahan yang terkategori sangat kiritis mencapai luas 770,21 Ha dan lahan yang terkategori kritis mencapai luas 48.056,47 Ha.

  1. d.   Pencemaran

 

Selain menghadapi persoalan kerusakan lingkungan, DAS Bengawan Solo juga mengalami pencemaran air sungai-sungainya. Pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Bengawan Solo disebabkan oleh limbah industri maupun limbah domestik. Adanya pencemaran oleh limbah cair ini telah mengakibatkan penurunan kualitas air sungai. Kualitas air terus menurun dari tahun ke tahun, hal ini tergambar dari hasil pengukuran beban pencemaran untuk BOD, COD dan NH3-N yang dilakukan dalam Prokasih Jawa Tengah. Berikut ini tertera tabel beban pencemaran Sungai Bengawan Solo, segmen Jawa Tengah.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan IKLH Bengawan Solo adalah

  • Perlu ditingkatkan pengendalian pencemaran air untuk menurunkan beban pencemarannya. Untuk hal ini diperlukan pendataan dan pemetaan sumber-sumber pencemaran air.

 

  • Tutupan vegetasi, terutama di kawasan-kawasan resapan air (daerah perbukitan dan pegunungan) perlu dijaga dan ditingkatkan. Wilayah-wilayah yang termasuk dalam wilayah hutan Negara harus dijaga dari penebangan liar, juga dikembalikan fungsinya sebagai hutan bagi daerah yang berfungsi lindung.

 

  • Lahan-lahan yang telah dimanfaatkan untuk fungsi budidaya yang tidak sesuai dengan karakter lahannya atau tidak sesuai dengan arahan tataruang supaya dikembalikan sesuai dengan fungsinya.
  • Kawasan hutan konservasi dan hutan lindung yang pemanfaatannya tidak sesuai, yang difungsikan sebagai lahan budidaya, agar dikembalikan sesuai peruntukannya.

 

Kerawanan lingkungan yang terjadi adalah Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman, pencemaran lingkungan, daerah ancaman aliran lahar dan hujan abu vulkanik. Lingkungan secara sosial rentan terhadap eksploitasi bahan galian pasir dan batu (di lembah sungai maupun pekarangan), rentan terhadap penyakit endemik, hama dan penyakit tanaman

 

Sedasngkan arahan pembangunanya berdasarkan jasa ekosistem yang paling dominan meliputi

  • Jasa penyedia lahan pertanian, sumberdaya air bersih, dan bahan dasar lainnya
  • Jasa pengaturan sistem pemanfaatan air, kualitas udara, dan limbah
  • Jasa budaya Pengembangan budaya, agama, dan pendidikan, dan infrastruktur lainnya
  • Jasa pendukung Perlindungan sumberdaya alam dan plasma nutfah. (GSW)

Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.