Bookmark and Share

BERITA

MENGENAL STATUS dan ARAHAN PENGELOLAAN JASA LINGKUNGAN DAS SERAYU

23 Desember 2019, 00:53:39 - Berita - Hits : 174 - Posted by admin

Berdasarkan data yang tersedia di P3E Jawa, pada tahun 2013 lalu kondisi IKLH DAS  SERAYU adalah 58,01 atau kategori sedang dengan kepadatan pebduduk pada saat itu 9,83 jiwa/ha  dan status kekritisan airnya adalah mendekati kritis atau dengan angka 56,80 serta keamanan kehatinya adalah 81,40%.

DAS Serayu terletak dibagian selatan Jawa Tengah dengan luas sebesar 373.800ha. Secara geografis berada pada koordinat 07o05’ - 07o4’ LS dan 108o56 - 110o05 BT. DAS Serayu berbatasan dengan Rangkaian Gunung api Sumbing dan Gunung api Sindorodi sebelah timur, sebelah utara berbatasan dengan Pegunungan Besar, pegunungan Rogojembangan, Gunungapi Slamet, sebelah selatan berbatasan dengan Pegunungan Serayu Selatan dan sebelah barat berbatasan dengan Perbukitan yang melintang sepanjang perbatasan Banyumas dan Cilacap.

DAS Serayu mencakup 13 kabupaten yang terdiri dari 5 kabupaten dengan persentase besar dan 8 kabupaten lain dengan persentasi luas yang lebih kecil.

DAS Serayu terdiri dari 7 satuan ekoregion yaitu Dataran Fluvial Jawa, Dataran Pantai Selatan Jawa, Dataran Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang, Pegunungan Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang, Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung, Perbukitan Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang, Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi– Raung,.

C

NAMA

 

 

KODE

 

 

LUAS (ha)

 

 

(%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Fluvial Jawa

 

F

81.612

21,83%

 

 

 

Dataran Pantai Selatan Jawa

 

M2

3.301

0,88%

 

 

 

Dataran Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang

 

S32

1.080

0,29%

 

 

 

Pegunungan Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S12

50.780

13,58%

 

 

 

Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V1

46.764

12,51%

 

 

 

Perbukitan Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S22

120.230

32,16%

 

 

 

Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V2

70.034

18,74%

 

 

 

Permasalahan lingkungan yang ada adalah Limbah domestik terutama dihasilkan oleh masyarakat yang berasal dari tempat tinggal masyarakat. Limbah domestik terdiri dari Buangan manusia (tinja dan urin) dan limbah cair meliputi tinja dan disebut sebagai "black water". Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga seperti mencuci, mandi, memasak, membersihkan dan sejenisnya dimasukan ke dalam kelompok "gray water". Kuantitas limbah domestik ditentukan oleh kenaikan jumlah penduduk sepanjang pengaliran sungai, dimana diasumsikan pembuangannya tidak menggunakan treatment terlebih dahulu.

Sumber pencemar berupa point source menunjukkan buangan polutan yang ditimbulkan oleh sumber spesifik atau lokasi tertentu. Pada Sungai Serayu, sumber point source berasal dari pabrik atau industri. Untuk studi ini estimasi beban limbah industri besar menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil sampling beberapa industri di wilayah DAS Serayu dan data sekunder yang diperoleh dari pengukuran efluent limbah (after treatment) yang dilakukan BLH Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan yaitu perhitungan untuk aktivitas domestik, pertanian dan industri, kondisi beban cemaran terbesar berasal dari aktivitas domestik yang memberikan masukkan terbesar ke dalam badan Sungai Serayu.

Kondisi tersebut didukung dengan adanya peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun pada setiap Kabupaten, antara lain Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan jumlah penduduk maka beban cemaran baik debit limbah maupun konsentrasi limbah juga akan mengalami peningkatan sehingga masukkan beban cemaran BOD ke dalam badan sungai akan meningkat pula.

Di wilayah ini untuk meningkatkan IKLH DAS Serayu yang penting adalah untuk dilakukan mempertahankan kawasan-kawasan hutan dan meningkatkan luas daerah-daerah bervegetasi rapat dengan tanaman tahunan.

Kerawanan lingkungan yang ada pada Dataran Struktural perbukitan blok patahan selatan Jawa, mempunyai kerentanan terhadap degradasi lingkungan akibat pemanfaatan lahan yang berlebihan, kekeringan dan kekurangan air saat kemarau, ancaman bahaya longsor, ancaman bahaya tektonik, dan musnahnya mataair pada saat kemarau panjang, dan kepunahan flora fauna asli.

Sedangkan pada dataran struktural utara Jawa yang berupa lembah sinklinal dengan material sedimen berlempung, mempunyai kerentanan terhadap sedimentasi dan pendangkalan sungai yang intensif; banjir dan genangan pada saat musim penghujan; kembang-kerut tanah dan proses gerakan  tanah (soil creep) yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan jalan dan bangunan; banyak jebakan airtanah payau hingga asin, dan ancaman kekeringan dan kekurangan air bersih; ancaman bencana meterologis berupa angin puting beliung; semburan lumpur bergaram dan gas alam, baik secara alami (diapirisme) maupun akibat kesalahan teknis pengeboran minyak bumi; dan ancaman penjarahan hutan jati, kemiskinan dan konflik sosial lainnya, serta kesehatan masyarakat akibat penyakit ISPA

Adapun arahan pembangunanya berdasarkan jasa ekosistem yang paling dominan  meliputi

  1. Jasa penyedia materi genetik dan sumber energi (minyak dan gas bumi).
  2. Jasa pengaturan air dan pencegahan bencana alam.
  3. Jasa budaya Pengembangan pendidikan dan wisata alam geologis
  4. Jasa pendukung Perlindungan sumberdaya alam. (GSW)

Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.