Bookmark and Share

BERITA

MENGENAL STATUS dan ARAHAN PENGELOLAAN JASA LINGKUNGAN DAS CITANDUY

23 Desember 2019, 00:52:11 - Berita - Hits : 184 - Posted by admin

Berdasarkan data yang tersedia di P3E Jawa, pada tahun 2013 lalu kondisi IKLH DAS CITANDUY adalah 62,43 atau kategori BAIK dengan kepadatan pebduduk pada saat itu 8,35 jiwa/ha  dan status kekritisan airnya adalah keadaan kritis atau dengan angka 25,96 serta keamanan kehatinya adalah 89,83%.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan luas wilayah365.172 Ha. DAS Citanduy mencakup 11 kabupaten/kota yaitu Kab. Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Ciamis, Kab. Cilacap, Kab. Garut, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kab. Kuningan, Kab.Majalengka, Kab. Sumedang dan Kab. Tasikmalaya. DAS Citanduy berbatasan dengan Samudera Hindia dibagian selatan, dengan DAS Pemali dan DAS Cibeureum di bagian timur, DAS Cimanuk dan DAS Cisanggarung di bagian utara dan DAS Cimanuk di bagian barat

DAS Citanduy terdiri dari 11 satuan ekoregion yaitu Dataran Fluvial Jawa, Dataran Pantai Selatan Jawa, Dataran Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang, Dataran Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung, Pegunungan Struktural Blok Selatan Jawa, Pegunungan Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang, Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung, Perbukitan Karst Jalur Pangandaran - Karangbolong - Gunungsewu – Blambangan, Perbukitan Struktural Blok Selatan Jawa, Perbukitan Struktural Jalur Bogor - Kendeng – Rembang, Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi – Raung.

 

NAMA

 

 

KODE

 

 

LUAS

 

 

(%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(ha)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Fluvial Jawa

 

F

46.183

12,65%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Pantai Selatan Jawa

 

M2

36

0,01%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S32

10.339

2,83%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dataran Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V3

45.324

12,41%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pegunungan Struktural Blok Selatan Jawa

 

S11

12.695

3,48%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pegunungan Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S12

44.574

12,21%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pegunungan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V1

31.529

8,63%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Karst Jalur Pangandaran - Karangbolong -

 

K1

421

0,12%

 

 

 

Gunungsewu - Blambangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Struktural Blok Selatan Jawa

 

S21

36.469

9,99%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Struktural Jalur Bogor - Kendeng - Rembang

 

S22

82.045

22,47%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbukitan Vulkanik Jalur Gunung Karang - Merapi - Raung

 

V2

55.573

15,22%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Permasalahan lingkungan yang terjadi di DAS Citanduy salah satunya adalah penggunaan pupuk buatan yang mengandung nitrogen dan fosfat yang tinggi. Selain itu, adalah pencemaran air oleh limbah domestik dari rumah tangga. Berdasarkan pengamatan BBWS Citanduy tahun 2008 terhadap 3 lokasi yang berada di DAS Citanduy yaitu Pataruman, Tunggilis dan Panumbangan selama pemantauan, tidak satu lokasipun yang kualitas airnya memenuhi kriteria baku mutu air kelas II, karena tingginya kandungan koli tinja. Parameter lainnya yang tidak memenuhi kriteria umumnya adalah kadar BOD. Kualitas air yang sudah tidak sesuai untuk digunakan pada kelas 1 dan kelas 2.

Berdasar data BPLHD Jawa Barat 2012, Status mutu air di DAS Citanduy dengan metode Storet berdasar BMA PP 82/2001 seluruh lokasi tercemar berat. Data kualitas air Citanduy berdasar PP 82/2001 Klas II yang tidak memenuhi baku mutu adalah TSS, BOD, COD, Nitrat, Sulfida, Koli tinja, Koli total.

Perubahan tata guna lahan di DAS terutama di daerah catchment area tidak diimbangi dengan usaha dan upaya konservasi menyebabkan erosi dan sedimentasi. Serta menambah jumlah kategori luas lahan kritis di DAS. Terjadinya lahan-lahan kritis di DAS tidak saja menyebabkan penurunan produktivitas tanah, tetapi juga menyebabkan rusaknya fungsi hidrologis DAS.

Berdasarkan data BPDAS Citanduy tahun 2012 luas lahan sangat kritis terbesar berada di wilayah kabupaten Ciamis seluas 1.090,08 ha dan luas lahan kritis seluas 6.118,57 ha. Wilayah kedua terbesar adalah kabupaten Cilacap dengan luas lahan sangat kritis seluas 700,29 Ha dan lahan kritis seluas 7.571,99 Ha.

Berdasar data BPDAS 2012, beberapa kawasan sepanjang DAS Citanduy yang merupakan daerah rawan banjir meliputi Kota Banjar terdiri dari Kecamatan Purwaharja seluas 210 Ha, Kecamatan Pataruman seluas10 Ha. Kabupaten Ciamis meliputi Kecamatan Pamarican seluas 400 Ha, Kecamatan Banjarsari seluas 450 Ha, Kecamatan Lakbok seluas 800 Ha, Kecamatan Padaherang seluas 1.200 Ha, Kecamatan Kali pucang seluas 403 Ha. Di Kabupaten Cilacap meliputi Kecamatan Dayeuh luhur seluas 80 Ha,Kecamatan Wanareja seluas 750 Ha, Kecamatan Majenang seluas 300 Ha, Kecamatan Cipari seluas 260 Ha, Kecamatan Cimanggu seluas 20 Ha, Kecamatan Karangpucung seluas 10 Ha, Kecamatan Lumbir seluas 10 Ha, Kecamatan Kawunganten seluas 1.050Ha, Kecamatan Bantarsari seluas 700 Ha, Kecamatan Gandrungmangu seluas 500 Ha, Kecamatan Sidareja seluas 540 Ha, Kecamatan Kedungreja seluas 95 Ha, Kecamatan Patimuan seluas 300 Ha.

Berdasar data BPDAS Citanduy tahun 2012, akibat erosi dan sedimentasi menyebabkan terjadinya perubahan terhadap luasan Segara Anakan sebagai muara dari DAS Citanduy. Tahun 1903 luas Segara Anakan sebesar 6.450 Ha, pada tahun 1939 menyusut menjadi 6.060 Ha, tahun 1971 berkurang menjadi 4.290 Ha, tahun 1986 terus menyusut menjadi 2.700 Ha, tahun 1992 menjadi 1.800 Ha, tahun 2000 menjadi 600 ha, dapat dipastikan luas segara anakan pada tahun 2013 lebih kecil dibandingkan luas tahun 2000.

Berdasar data BBWS 2012Di Wilayah Sungai Citanduy sering terjadi krisis ketersediaan air di beberapa wilayah tertentu mengingat kondisi sarana dan prasarana yang ada tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi. Dimana pada saat debit maksimum dapat terjadi banjir untuk kondisi lokasi – lokasi yang rawan banjir, dan pada saat debit minimum dapat terjadi kekeringan. Sehingga perlu adanya strategi dalam pengelolaan Sumber Daya Air untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di Wilayah Sungai Citanduy.

Kerawanan lingkungan yang ada pada Dataran Struktural perbukitan blok patahan selatan Jawa, mempunyai kerentanan terhadap degradasi lingkungan akibat pemanfaatan lahan yang berlebihan, kekeringan dan kekurangan air saat kemarau, ancaman bahaya longsor, ancaman bahaya tektonik, dan musnahnya mataair pada saat kemarau panjang, dan kepunahan flora fauna asli.

Sedangkan pada dataran struktural utara Jawa yang berupa lembah sinklinal dengan material sedimen berlempung, mempunyai kerentanan terhadap sedimentasi dan pendangkalan sungai yang intensif; banjir dan genangan pada saat musim penghujan; kembang-kerut tanah dan proses gerakan  tanah (soil creep) yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan jalan dan bangunan; banyak jebakan airtanah payau hingga asin, dan ancaman kekeringan dan kekurangan air bersih; ancaman bencana meterologis berupa angin puting beliung; semburan lumpur bergaram dan gas alam, baik secara alami (diapirisme) maupun akibat kesalahan teknis pengeboran minyak bumi; dan ancaman penjarahan hutan jati, kemiskinan dan konflik sosial lainnya, serta kesehatan masyarakat akibat penyakit ISPA

Untuk dapat meningkatkan angka IKLH nya maka dapat dilakukan hal berikut ini :

  • Pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi dan hutan lindung di kawasan ini dengan mempertahankan tutupan hutan pada wilayah hutan Negara.
  • Mengingat wilayah ini didominasi oleh kegiatan olah lahan (pertanian) maka perlunya upaya pengendalian pencemaran air dari sektor pertanian dan penerapan teknologi untuk mengurangi sedimentasi

Adapun arahan pembangunanya berdasarkan jasa ekosistem yang paling dominan  meliputi

  1. Jasa penyedia materi genetik dan sumber energi (minyak dan gas bumi).
  2. Jasa pengaturan air dan pencegahan bencana alam.
  3. Jasa budaya Pengembangan pendidikan dan wisata alam geologis
  4. Jasa pendukung Perlindungan sumberdaya alam. (gsw)

Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.