Bookmark and Share

BERITA

Bambu Untuk “Revolusi Mental” Kesejahteran

06 November 2019, 16:05:07 - Berita - Hits : 144 - Posted by admin
Bambu Untuk “Revolusi Mental” Kesejahteran

MEMADU SEDAPKAN ‘KEKURANGAN AIR’ DAN ‘KEKURANGAN ENERGI’ DI EKOREGION JAWA

 

Bambu adalah jenis tanaman pada kategori rumput-rumputan yang berongga dan beruas di batangnya. Bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki angka pertumbuhan paling cepat, yaitu 60 cm (24 Inchi) per harinya bahkan lebih tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

 

Dasar Revolusi Mental yang kedelapan adalah dapat diukur dampaknya dan dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat, yaitu menambah kesejahteraan masyarakat baik yang ditempuh dengan cara memanfaatkan secara langsung batang bambunya sebagai bahan baku industri mebel/kerajinan/bagunan maupun dimanfaatkannya bambu dengan cara yang lainya seperti lokasi wisata, olah raga dan lain sebagainya.

 

Namun, apabila menggunakan pandangan lain yang berbeda, maka bambu akan memberikan jawaban terhadap penambahan kekurangan pemanfaatanSDAtidak terbarukan yaitu kekurangan sumberdaya air dan kekurangan sumberdaya energi. Dengan demikian, bambu dalam kaidah UU 32 Tahun 2009 dapat dikategorikan sebagai tanaman yang dapat memenuhi unsur-unsur Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup apabila dilakukan dengan perencanaan yang baik, antara lain perencanaan teknis, lingkungan dan perencanaan ekonomi.  

 

Bagaimana memadusedapkan hal itu ?

Dalam pencapaian tujuan tersebut, tentunya harus mempertimbangan aspek kebijakan, aspek ekonomi sekaligus pasar dan aspek lingkungannya.

 

Dari aspek kebijakannya, sudah terdapat 2 peraturan yang mengisyaratkan adanya dukungan pemerintah, yaitu : (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 63 ayat (1) huruf v menyatakan bahwa tugas dan wewenang pemerinrtah dan pemerintah daerah adalah mengordinasikan, mengembangkan dan menyosialisasikan pemanfaatan, teknologi ramah lingkungan hidup; (2) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Pasal 21 menyebutkan bahwa pemanfaatan energy termasuk energy dari biomassa dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya energi; mempertimbangkan aspek teknologi, sosial, ekonomi, konservasi, dan lingkungan; dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan peningkatan kegiatan ekonomi di daerah penghasil sumber energi, selanjutnya ayat (2) menyebutkan bahwa pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan wajib ditingkatkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah.

 

Sedangkan dalam implementasi kebijakanya, maka dapat dilihat analisis kebutuhan pasar bambu, yaitu : (1) Kebutuhan energi Tahun 2025 diperkirakan akan naik menjadi 2,41 miliar SBM (Setara Barel Minyak) dan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pun diharapkan mampu menjadi salah satu alternative untuk menekan penggunaan energy konvensional. Porsi EBT pun telah ditetapkan sebesar 26 persen dari total kebutuhan energi nasional pada tahun 2025; (2) Kebutuhan peningkatan indikasi status terlampaui  di provinsi DKI, Jawa Tengah dan Jawa Timur terhadap  pemanfaatan jasa lingkungan hidup penyedia air secara agregasi mengindikasikan terlampaui, dengan perhitungan bahwa proporsi penggunaan rumah tangga sebesar 10,77% dan penggunaan ekonomi berbasis lahan sebesar 89,23%; (3) Kebutuhan pasar tanaman bambu ini sangat tinggi, antara lain yaitu Eropa membutuhkan 700 ton bamboo panel per bulan, AS membutuhkan  20 juta ton per tahun. Bahkan pemenuhan kebutuhan lainya, seperti bahan panel lantai, bio-fuel dan  furniture

 

Betulkah itu ?

Untuk meyakinkan bahwa bambu merupakan bentuk pengejawantahan “revolusi mental” kesejahteraan yang dampaknya dapat diukur serta manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, maka dapat dilihat indikator berikut : (1) Dari sisi Energi, bambu merupakan bahan baku bagi energi terbarukan biomasa; (2) Dari sisi Pangan, Tunas/Bambu merupakan bahan makanan;    (3) Dari sisi konservasi, bambu dapat menahan laju erosi, menyerap dan menyimpan air hujan hingga 90 %, bahkan berfungsi untuk rehabilitasi, restorasi dan komparasi lingkungan secara alami serta sebagai bahan bangunan yang adaptif dan ramah lingkungan; (4) Dari sisi iklim, dapat menyerap karbon dioksida (CO2) 12 ton per hectare atau lebih tinggi dibandingkan tanaman kayu-kayuan ataupun buah-buahan; (5) Dari sisi ekonomi, tanaman bambu menjadi sumber daya untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kebun bambu kuga dapat menjadi lokasi ‘carbon catchment”, wisata alam, olah raga

 

Tebel berikut merupakan analisis pendapatan untuk rentang waktu usaha 7 tahun dengan modal bibit tanaman bambu sebanyak 156 batang dan ditanam dalam lahan 1 hektare dengan jarak tanam 8 x 8 meter. Selain keuntungan pada table dibawah ini, apabila dilakukan penjarangan 6 potong per rumpun, maka didapat keuntungan tambahan sebesar Rp. 7.448.000.- per tahun/ha    (936 potong x Rp. 3000/kg x 1 tahun x 1 ha). 

 

Kapan dan bagaimana P3E Jawa ?

Peran P3E Jawa yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah memastikan pelaksanaan pengendalian pembangunan pada sektor Hutan Hasil Hutan, Sektor Energi, sektor industri dan sektor pariwisata.

Sedangkan langkah langkah yang dilakukan antara lain : (1) identifikasi lapangan terkait rehabilitasi lahan kritis di DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur atau restorasi sungai yang mengalami kekeringan/kurang air dan kemudian dilakukan overlay/sinergi dengan peta DDDT jasa lingkungan hidup; (2) melakukan penanaman pada lokasi prioritas ditetapkan; (3) melakukan monitoring perkembangan; (4) melakukan evaluasi hasil terkait indicator status daya dukung daya tamping air, konversi energy, pendapatan masyarakat pengelola serta perhitungan konversi karbon untuk GRK.

 


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.