Bookmark and Share

BERITA

Mengawal Bengawan Solo “Riwayatmu Dulu”

06 November 2019, 15:58:35 - Berita - Hits : 102 - Posted by admin
Mengawal Bengawan Solo “Riwayatmu Dulu”

Bersama Riwayat P3EJ  2013, 2015 dan 2019

 

Setidaknya melalui lirik lagu dolanan ini, kita menyusun RIWAYAT dan turut serta “berpikir” memikirkan makna kata, kalimat yang tersirat. Melalui lagu ini pula diharapkan agar Budaya Indonesia tetap terlestarikan bahkan memotivasi para penerus bangsa khususnya Generasi 4.0 (Pabrik Cerdas) penggiat Bengawan Solo untuk lebih perduli, kritis akan sesuatu yang kecil maupun yang besar dan memahami adaptasi terhadap kondisi yang terjadi.

 

Lagu Dolanan

“E Dayoe Teko”

 

e dayohe teko
e gelarno kloso
e klosone bedah
e tambalen jadah
e jadahe mambu
e pakake_asu
e asune mati
e kelekno kali
e kaline banjir
e selehno pinggir
e pinggire luber
e centel no pager
e pagere ambuk
e diambrukne aku

 

Makna yang ada dalam tembang dolanan anak diatas adalah berawal pada rasa syukur adanya anugrah yang diberikan Tuhan berupa isi SDA Sungai Bengawan Solo (dayohe teko) tetapi seiring perjalanan antar waktu menyambutnya dengan kurang sesuai dan kemudian justru menyelesaikan hal-hal yang bukan esensinya, antara lain menyelesaikan kloso bedah, setelah itu jadah mambu bahkan sampai banjir.

Akhir dari tembang itupun masih mengisyaratkan hanya masalah datang akibat kita tidak memanfaatkan tamu (SDA Bengawan Solo) sesuai dengan kodratnya Tamu Datang (Memuliakan Tamu)

 

 

Dengan menyimak lagu dolanan diatas, esensi yang dialami Bengawan Solo adalah SDA yang terkandung didalamnya digunakan tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tamping yang ada. Sehingga, upaya upaya yang dilakukan cenderung hanya menimbulkan masalah baru. Melihat kondisi hal itu, upaya P3E Jawa untuk menekan laju kerusakan dan pencemaran lingkungan dilakukan dengan pendekatan ADAPTASI. Dan apabila itu masih memerlukan tambahan upaya, baru dilakukan dengan pengaruh TEKNOLOGI.

 

Pada tahun 2015 lalu, P3E Jawa melakukan aksi Adaptasi Lingkungan di sumber airnya Sungai Bengawan Solo yaitu Waduk Gajahmungkur sekaligus sebagai jawaban kunjungan kerja Presiden RI bersama Menteri LHK Dr. Siti Nurbaya Bakar ke Kabupaten Wonogiri. Aksi tersebut dilakukan dengan mendampingi penyusunan Peraturan Desa (PERDES) di Sub DAS Keduwang Wonogiri untuk menangani penyelamatan Waduk Gajahmungkur serta dibarengi dengan pelepas liaran hewan ke badan sungai.  

Masing-masing desa mempunyai permasalahan dan aturan yang berbeda-beda, namun secara teknis mempunyai tujuan yang sama, yakni mengedali laju sedimentasi, pencemaran, dan kerusakan lingkungan.

Target yang ingin dicapai dari Perdes ini adalah mendorong kesadaran dan perilaku masyarakat pro-lingkungan, dikarenakan Sub Das ini mempunyao kontribusi yang besar terhadap meningkatnya laju sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur.

 

Saat itu, tahun 2015 laju sedimentasi mencapai 4,6 juta meter kubik pertahun dan 46% waduknya sudah tidak berfungsi maksimal. Bagaimana Riwayatmu Nanti ? padahal umur waduk dirancang sampai tahun 2050 yang akan datang. Dampak yang paling dirasakan saat itu adalah mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga air dan pelayanan irigasi.

Bahkan pada tahun 2013, P3E Jawa telah membukukan angka IKLH DAS Prioritas di Jawa, termasuk DAS Bengawan solo yang menunjukkan angka IKLH sebesar 44,69 atau pada kategori nilai sedang.

 

 

Sedangkan rekomendasi yang diberikan pada saat itu adalah : (1) Perlu ditingkatkan pengendalian pencemaran air untuk menurunkan beban pencemarannya. Untuk hal ini diperlukan pendataan dan pemetaan sumbersumber pencemaran air; (2) Tutupan vegetasi, terutama di kawasan-kawasan resapan air (daerah perbukitan dan pegunungan) perlu dijaga dan ditingkatkan. Wilayah-wilayah yang termasuk dalam wilayah hutan Negara harus dijaga dari penebangan liar, juga dikembalikan fungsinya sebagai hutan bagi daerah yang berfungsi lindung; (3) Lahan-lahan yang telah dimanfaatkan untuk fungsi budidaya yang tidak sesuai dengan karakter lahannya atau tidak sesuai dengan arahan tataruang supaya dikembalikan sesuai dengan fungsinya; (4) Kawasan hutan konservasi dan hutan lindung yang pemanfaatannya tidak sesuai, yang difungsikan sebagai lahan budidaya, agar dikembalikan sesuai peruntukannya.

 

Merujuk pada data yang ada, maka berikut lokasi/Daftar Perdes tematik lingkungan hasil dampingan P3E Jawa tahun 2015 adalah ::

 

No.

Nama Desa

Tematik Perdes

1

Desa Tempursari Kecamatan Sidoharjo

Pelestarian Lingkungan Sungai Desa Tempursari

2

Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo

Pengelolaan Lingkungan Hidup

3

Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo

Pelestarian Kawasan Sungai dan Hutan

4

Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo

Pelestarian Lingkungan Sungai dan Keanekaragaman Hayati

5

Desa Pingkuk Kecamatan Jatiroto

Pelestarian Lingkungan Hidup Desa Pingkuk

6

Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto

Pelestarian Lingkungan Sungai dan Satwa

7

Desa Dawungan, Kecamatan Jatiroto

Pengelolaan Lingkungan Kawasan Sub Daerah aliran Sungai Keduang

8

Desa Jatirejo, Kecamatan Jatiroto

Pelestarian Lingkungan Kawasan Sungai Keduang

9

Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo

Pelestarian Lingkungan Hidup

10

Desa Ngadipiro, Kecamatan, Nguntoronadi

Konservasi Lingkungan Hidup

 

Dikutip dari timlo.net tanggal 7 Januari 2019, menyebutkan bahwa sedimentasi Waduk Gajahmungkur sebesar 3,2 juta meter kubik pertahun, artinya sedimentasi waduk mengalami penurunan sebesar 1,4 juta meter dibandingkan tahun 2015. “Dari data kami, laju sedimentasi Bendungan Serba Guna WGM  mencapai 3,2 juta meter kubik,” kata Kepala Sub Bidang Divisi III/I Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo Didit Priambodo, Minggu (6/1)  Sumber : https://timlo.net/baca/17562/tujuh-das-penyumbang-sedimentasi-kondisi-wgm-mengkhawatirkan/.

 

Para pembaca yang budiman, pengaruh positif perdes terhadap perilaku masyarakat di sekitar waduk sudah menunjukkan hasil positif dengan menurunya laju sedimentasi, namun demikian penulis berharap akan ada pembaca yang bersedia memperkaya analisa lanjutan terkait social-budaya di era generasi 4.0 yaitu efektifitas pengaruh Perdes Gajahmungkur terhadap perilaku/pemberdayaan stakeholder local dan pusat serta pengaruh Perdes Gajahmungkur terhadap Penetapan Perdes-perdes di Ekoregion Jawa 

 

Pada tahun 2019, P3E Jawa melakukan kembali proses adaptasi pengendalian pembangunan dan penyelamatan DAS Bengawan Solo melalui penyusunan/rumusan Rencana Pengelolaan SDA LH yang difokuskan pada : (1) Imbal jasa air pada Bengawan Solo Hulu; (2) pengembangan sektor pariwisata berbasis jasa ekosistem pada satuan ekoregion pegunungan vulkanik; (3) pengembangan sektor energi baru terbarukan khusus biogas. 

 

Target dan sasaran yang akan dicapai pada hasil adaptasi tahun 2019 adalah menemukan arah dan kebijakan yang dapat diterapkan di daerah dalam rangka perlindungan dan pengelolaan SDA LH DAS Bengawan Solo, yaitu bagaimana (1) meningkatkan kualitas dan kuantitas air bengawan solo melalui imbal jasa air, (2) memanfaatkan potensi SDA LH untuk pariwisata yang sesuai norma dan perilaku wisata ramah lingkungan; (3) memanfaatkan potensi EBT biogas dengan tidak mempengaruhi kualitas sungai.

 

Dalam lingkup yang lebih luas, P3E Jawa akan melakukan harmonisasi RPPLH Nasional dan RPPLH Daerah pada lokus-lokus prioritas nasional. Dengan demikian, rencana perlindungan dan pengelolaan di daerah menjadi agregat dari target dan tujuan pembangunan LHK Nasional.

Gambaran umum arahan tersebut adalah arahan kebijakan, arahan pembangunan infrastruktur, arahan perencanaan program dan kegiatan dengan mengarus utamakan modal social budaya, perubahan iklim, kerentanan bencana, tata kelola serta kesetaraan gender.

Bagaimana Bengawan Solo Riwayatnya Nanti ?, bergantung pada 3 (tiga) hal, yaitu (1)  pemberdayaan stakeholder; (2) pemberdayaan dunia usaha; (3) pemberdayaan masyarakat. Apabila komponen tersebut dapat berdaya, maka dasar revolusi mental yang kedelapan dapat tercapai, yaitu dampaknya dapat diukur dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mari kita kawal Bengawan Solo untuk Kesejahteraan Rakyat. (GSW)

 


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.