Bookmark and Share

BERITA

Tim P3EJ–KLHK Teliti Sebab Matinya Ribuan Ikandi Laguna Pantai Trisik

19 Juni 2019, 10:07:35 - Berita - Hits : 35 - Posted by shodiq
Tim P3EJ–KLHK Teliti Sebab Matinya Ribuan Ikandi Laguna Pantai Trisik
P3ejawa.menlhk.go.id, Kulonprpgro. Dalam rangka menyelidiki penyebab utama matinya ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, Tim Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa atau P3EJ, KLHK, melakukan investigasi lapangan dan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulonprogo, Rabu, 12/6/2019.

Tim P3EJ ini terdiri dari Sub Bidang Uji Kualitas Lingkungan, Sub Bidang Tindak Lanjut, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan, dan Staf bidang Inventarisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lingkungan Hidup.

Seperti diketahui, sebelumnya, ribuan ikan nila ditemukan mati mendadak di laguna, Pantai Trisik, Kulonprogo. Ikan-ikan itu mati diduga akibat tercemar zat berbahaya. Nilai kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.
Dugaan sementara, sumber pencemara itu berasal dari limbah kolam tambak budidaya udang di sekitar Pantai Trisik yang dibuang langsung ke Laguna sebagaimana dikutip Tribunjogja.com Rabu, 12 Juni 2019.

Berdasarkan pengamatan Tim P3EJ di lapangan, umumnya tambak udang yang berada di sekitar laguna berada di sepanjang laguna dan dekat muara Sungai Progo. Jumlah tambak yang ada di sekitar laguna sekitar 80 kolam. Dari jumlah itu, hanya satu kolam yang memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah atau IPAL.

Taufiq Amrullah, ST,MM, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, mengatakan, hampir seluruh pengusaha tambak di langguna Pantai Trisik tidak memiliki ijin lingkungan.

Menurut Taufiq, akibat limbah tambak udang yang disalurkan ke Laguna melalui pipa pralon atau beton buis ditenggarai menyebabkan matinya ikan-ikan tersebut.
“Ikan-ikan itu kelebihan nutrient organik akibat sisa pakan udang yang berlebihan. Tujuannya agar ikannya cepat besar,” ujar Taufiq saat ditemui Tim P3EJ di ruang kerjanya.
Selain tidak mengantongi izin lingkungan, tambah Taufiq, pihaknya juga mengalami dilematis dalam menangani kasus ini. Sebabnya, karena kewenangan pengelolaan daerah kawawan pesisir (tambak udang) ada di pemerintah provinsi. Dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan DI Yogyakarta. Hal ini menyebabkan kesulitan melakukan pengawasan walaupun secara administrasi kegitan tersebut ada di Kabupaten Kulonprogo.

Untuk mengetahui apa penyebab utama matinya ribuan ikan tersebut, Tim P3EJ melakukan pengambilan sampel air pada enam titik lokasi di Laguna guna diteliti lebih lanjut tingkat pencemarannya.

Satu titik sampel diambil pada lokasi terdekat titik terdampak, dan satu sampel composit yang merupakan gabungan dari enam titik sampel air dari Languna terdampak.

Selain itu, tim P3EJ melakukan pengujian beberapa parameter lapangan masing-,asing titik sampael dan selanjutnya dilakukan uji parameter fisika, kimia, dan biologi.



Banner
  • #AkuKamuKitaSemuaPeduliLingkungan
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : forum.ppejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.