Bookmark and Share

ARTIKEL

ECO OFFICE

30 Desember 2020, 23:40:48 - Lingkungan Hidup - Hits : 685 - Posted by admin-uut
ECO OFFICE

Responsif terhadap perubahan iklim yang makin ekstrim dan itikad baik kita bersama untuk menyelamatkan bumi ini bagi generasi kedepan amat sangat diperlukan. Dimulai pertama kali dengan merubah cara kita dalam hidup yang cenderung untuk lebih nyaman berbuat sekehendak hati seperti halnya mempergunakan sumber daya alam yang Tuhan sediakan terbatas namun bukan hanya untuk kebutuhan satu generasi melainkan untuk sejumlah generasi yang tidak dapat kita prediksi jumlahnya.

Menurut data yang didapatkan dari Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral, menyebutkan bahwa bangunan gedung menyumbang emisi CO2 terbesar dalam sektor konsumsi energi untuk sumber daya listrik dibandingkan sektor lain, seperti transportasi dan industri. Terutama bangunan yang berdaya guna komersial seperti halnya perkantoran, pertokoan, pusat perbelanjaan, hotel dan apartemen.

Penerapan konsep eco-office sangat dirasakan pentingnya guna mendukung gerakan green building atau bangunan hijau yang selama ini sering kita dengungkan. Banyak keuntungannya yang diperoleh antara lain produktifitas dari penghuni gedung yang semakin meningkat hingga isu pengurangan degradasi lingkungan yang juga tidak kalah pentingnya. Dilatar belakangi dari hal diatas, maka penataan atau desain dari sebuah ruangan menjadi sangat penting

Banyak perubahan yang dibutuhkan secara signifikan terhadap kebiasaan hidup kita dalam berorganisasi dan bekerja. Seperti halnya dalam mengunakan teknologi tepat guna sehingga semakin ringkasnya bentuk peralatan dan equipment yang dibutuhkan dan digunakan di perkantoran menggantikan sejumlah tenaga manusia yang berdampak pada desain dan luasan ruang yang dibutuhkan. Ruangan-ruangan di dalam kantor akan semakin terakomodir secara terbuka dan fleksibel tanpa adanya sekat-sekat pembatas guna memenuhi kebutuhan yang makin variatif. Disatu sisi kita hanya disibukkan dengan mendesain tata ruang dalam dari sebuah bangunan kantor, namun dilain pihak kita diwajibkan pula untuk memikirkan dampak lingkungan yang terjadi akibat dari kegiatan mendesain tersebut.

Bayangkan jika sebuah kantor karena kebutuhannya memerlukan penggantian interior setiap 5 tahun sekali, berapa banyak sampah yang akan kita hasilkan setelah kurun 20 tahun. Dalam membahas dan menentukan bagaimana Eco-Office perlu ditinjau dari beberapa hal antara lain:

1. SPACE PLANNING/FACILITY PLANNING

2. JENIS BAHAN/MATERIAL DAN EQUIPMENT YANG DIGUNAKAN

3. CARA PENGUNAAN/OPERATION 4. PERILAKU/BEHAVIOR PENGGUNANYA

Sebuah pepatah menyebutkan “We shape our buildings; there after they shape us” (Winston Churchill), Sama halnya untuk fasilitas tempat bekerja. Jika kita menginginkan perubahan dalam tempat kerja kita maka tempat kerja /ruang harus dirancang menjadi eko dalam segala hal secara komprehensif, jika tidak, kita akan menemukan penghematan di satu pihak namun menimbulkan dampak pemborosan di lain pihak. Langkah – langkah tersebut meliputi:

  1. 1.    Perencanaan Ruang dan Fasilitas (Space and Facility Planning)

Disini kita dapat membahas akan kebutuhan ruang seperti; berapakah luasan ruang yang dibutuhkan, siapakah penghuninya (pimpinan atau bawahan), kegiatan apa sajakah yang akan terjadi didalamnya. Lalu berapa banyak ruang tersebut akan disediakan, apakah terbuka untuk umum atau tidak, fasilitas apa saja disekelilingnya yang akan mendukung ruangan tersebut. Setelah kita mendapatkan informasi tersebut, mulailah dengan letak dan aksesbilitas dari ruang tersebut sehingga mudah terjangkau dan tidak merupakan territorial dari suatu bagian.

Kegiatan yang akan berlangsung didalamnya juga menentukan fasilitas apa saja yang dibutuhkan oleh penghuni dan yang akan disediakan, konsep eko mengajarkan sebisa mungkin fasilitas yang akan disediakan dapat berbagi atau disentralisasikan sehingga menghemat penggunaan ruang serta menghemat pengadaan barang-barang inventaris yang akan digunakan didalamnya. Dari sini kita akan dapat menghemat ruang yang akan digunakan dan menghemat pula dalam pengunaan energi, air, dan material sehingga mengurangi produksi sampah.

Seiring kemajuan jaman dimana sebagian besar peralatan dan perlengkapan bisa di “sharing“ dan digunakan bersama maka ruangan-ruangan yang tidak perlu dapat dieliminasi untuk menjadikannya lebih hemat. Hal ini dapat memungkinkan untuk komunikasi yang terbuka antara karyawan dan manajer mereka. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi di tempat kerja. Hapus bilik dan pembatas sehingga menurunkan hambatan-hambatan yang mencegah karyawan dari komunikasi dua arah. Desain kantor berdasarkan fungsi, kemudahan penggunaan, tujuan ruang kantor dan tipe kerja yang akan diwadahi. Buatlah pemusatan-pemusatan kecil di mana karyawan dapat berkumpul dan mendiskusikan ide dalam ruang tersebut tanpa harus memerlukan ruang rapat tertentu.

Peng-organsasian kegiatan didalam kantor saat ini juga dapat lebih sederhana sehingga setiap kebutuhan yang berbeda-beda dapat disamakan solusi penyelesaiannya. Yang tidak dapat disamakan hanya luasan ruang-ruang tertentu untuk kedudukan yang tertentu pula serta jenis dan jumlah perabot/ furniture yang akan secara khusus juga penyediaannya. Ditinjau dari desain tentunya lebih diutamakan melalui penyelesaian desain harus yang mudah dalam pembuatan, pemasangan serta pemeliharaanya dengan tidak banyak mengunakan media air, tenaga ataupun unsur kimia tertentu.

Seperti halnya : ruang pimpinan, apakah diruang tersebut selalu diperlukan sebuah ruang duduk, ruang rapat meja serta ruang istirahat yang selalu terpisah? Ataukah kita dapat menerapkanya lebih fleksibel. Bahkan mungkin open area atau hoteling system bagi mereka yang sering berada di luar kantor dan hanya sesekali menggunakan tempat tersebut. Kesemuanya dapat dijadikan pertimbangan dalam mendesain sehingga kita dapat menghemat : a) Ruang dan unsur-unsur pendukungnya (seperti partisi, kusen, dan lainlain) b) Jumlah penyekat, pintu serta jendela c) Struktur pembentuk ruang, hal ini menentukan besarnya jarak antar balok dan kolom utama dari suatu bangunan sehingga memungkinkan pembentukan besaran suatu yang ruang yang akan dibentuk.

  1. 2.       Jenis Bahan, Peralatan ataupun Material yang akan digunakan

Some expert said “Maximizing the use of the modern technology is a characteristic of the green office” Tentunya dengan kita mengetahui fasilitas dan kebutuhan ruang, kita dapat mengatur sendiri jenis bahan bangunan yang akan digunakan. Hal tersebut juga secara tidak langsung dapat memberikan kita pertimbangan yang matang dalam pemakaian material yang ramah lingkungan, murah namun masih berkualitas tinggi. Pertanyaannya adalah apakah material ramah lingkungan yang kita gunakan sudah dapat benar-benar mengurangi pengunaan energi, air, sampah dan dapat menghasilkan kwalitas udara yang baik di dalam suatu ruang.

Kualitas udara di suatu ruang menjadi sangat penting demi terciptanya tingkat kesehatan yang tinggi bagi penghuni khususnya dalam bernafas. Material yang digunakan tidak boleh sampai mempengaruhi atau bahkan mengganggu aktivitas, skala gerak-gerik postur tubuh dan fungsi normal dari sistem pengindraan kita. Sebisa mungkin material yang digunakan juga dapat memberikan nilai lebih secara berkesinambungan seperti halnya mudah untuk di daur ulang, walaupun mungkin kualitasnya akan sedikit menurun setelah mereka mengalami tahap pendaur-ulangan. Namun yang terpenting adalah adanya pengurangan jumlah pemakaian material baru. Dengan kita menyiapkan segala sesuatunya dan memberikan sarana dan prasarana yang menunjang maka pelaksanaan Eco Office ini akan dapat tercapai.

Pelaksanaan tersebut dapat bersifat aktif maupun pasif. Contoh aktifnya: dalam usaha pengurangan energi, kita dapat mengunakan penerangan buatan bola lampu yang kita pakai sehari-hari dengan yang bola lampu yang hemat energi, terlebih dapat pula digunakan sensor pengatur yang disesuaikan dengan jenis kegiatan dan jumlah penghuni. Secara pasif dapat dengan cara lain seperti meletakan ruang-ruang yang tidak digunakan setiap hari di area tengah, sehingga ruang yang sering digunakan berada di tepi-tepi bangunan dekat dengan jendela untuk memungkinkan terciptanya penghawaan alami dan pencahayaan alami secara bersamaan. Contoh lain mengenai isu penghematan energi dapat kita realisasikan dengan menghemat air melalui penggunaan peralatan dan perlengkapan sanitair yang hemat penggunaan air seperti penggunaan closet berbasis “water saving 4/3.5 liter saat flushing atau kran yang sekali tekan selama 3 detik otomatis padam yang dapat digunakan di tempat-tempat pengambian air wudhu sehingga debit air bekas dapat dikurangi. Usahakan pembelian peralatan perkantoran yang tidak mengambil daya listrik yang tinggi dan mengeluarkan energi panas yang tinggi pula ke dalam ruang sehingga tidak membebani kerja pendingin ruangan.

  1. 3.       Cara Penggunaan dan Operasinya

Dalam kita mengatur kantor diperlukan ada aturan yang akan mempengaruhi cara kerja, perilaku kita sehari-hari. Tujuan juga perlu diperjelas sehingga sarana dan prasarana yang dapat mendukung sudah dapat disiapkan sehingga bukan hanya sekedar konsep semata menciptakan lingkungan yang hijau di perkantoran perlu juga diterapkan manajemen yang mengatur dan mengajak para penggunanya untuk menerapkan konsep hijau itu sendiri diantaranya melaksanakan konsep 4R seperti : Reduce (pengurangan dalam penggunaan produk yang terlalu banyak mengkomsumsi energy), Reuse (menggunakan kembali segala sesuatunya sebelum benar-benar dibuang), Recycle (mendaur ulang sampah dan limbah yang dihasilkan), dan Refuse (menghindari penggunaan produk-produk yang tidak ramah lingkungan. Disamping itu perlu adanya kedisiplinan dalam waktu bekerja sehingga disarankan untuk mengurangi bekerja diluar waktunya, sehingga konsumsi energi terhadap peralatan pun tidak berlebihan.

  1. 4.       PERILAKU

“Default behavior are designed into the space” each person is responsible for locating the physical space necessary for one on one, team, or group interface. Perubahan perilaku juga tidak kalah pentingnya karena merubah budaya kita sehari hari menjadi dalam kehidupan untuk lebih hemat terhadap energi, air, sampah dan pengunaan material tidak lah mudah.

Ada satu kata bijak; “Environmental elements fostering innovative behavior” (John E Tropman), yang menerangkan bahwa perubahan sedikit apapun terhadap lingkungan dapat berpengaruh terhadap perilaku yang terbentuk, ruang yang disediakan bukan lagi sebagai wadah kegiatan namun sebagai tools untuk kebutuhan eksternal dan internal ketika mencoba untuk menyeimbangkan kebutuhan klien. informasi yang tersedia bukan lagi datang kepada kita namun kita yang akan menjemputnya, segi arsitektur ruang yang tadinya kurang terlihat menjadi lebih bermakna dan mempunyai identitas yang jelas, informasi yang tadinya hanya kita simpan sekarang harus kita sebarkan untuk mendapatkan ide, saran dan timbal balik untuk pengembangannya, social prescription mengalami perubahan menuju social awareness, perilaku yang cenderung sedentary berubah menjadi mobile, proses management by controling menjadi facilitated management sehingga kita sebagai pemakai sangat dituntut untuk memiliki persepsi yang sama dalam bersikap guna membangun teamwork, interaksi, komunikasi serta tanggung jawab namun dalam porsi yang disesuaikan dengan budaya dan latar belakang masing-masing.

Singkat kata, The environment has affected the business in many ways…..with greater interaction of employees, decisions can be more quickly, which increase efficiency and effectiveness, these character and the culture they reflect have helped the company grow become a leader and to be consistently recognized.

 

Sumber : The definition in creating Green Offices, Green Building Council Indonesia


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.