Bookmark and Share

ARTIKEL

TANAMAN KOPI UNTUK KONSERVASI

01 September 2021, 23:23:41 - Lingkungan Hidup - Hits : 2349 - Posted by admin-uut
TANAMAN KOPI UNTUK KONSERVASI

Konservasi merupakan suatu tindakan pengawetan terhadap kualitas dan kuantitas tanah dan air.

Konservasi tanah menurut Arsyad (1989) merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Adapun konservasi air prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran air sehingga tidak terjadi kelebihan air pada musim hujan dan tidak kekurangan air pada musim kemarau.

Konservasi tanah dan air sering digabungkan dalam tindakan karena keduanya memiliki proses yang berkaitan erat.
Kegiatan konservasi tersebut penting dilakukan untuk memelihara tanah dan air dari kerusakan.

Kerusakan itu seperti erosi, penurunan produktivitas tanah, penurunan kualitas dan kuantitas air baik pada badan air maupun airtanah.

Metode yang digunakan dapat menggunakan metode vegetatif, mekanik, dan kimiawi.
Metode vegetatif menggunakan tanaman atau bagian tanaman atau sisa-sisa untuk mengurangi daya tumbuk butir hujan yang jatuh, mengurangi kecepatan dan jumlah aliran air permukaan hingga mengurangi erosi tanah.

Metode ini meliputi penanaman dalam strip, penggunaan sisa tanaman, geotekstil, strip tumbuhan penyangga, tanaman penutup tanah, pergiliran tanaman, dan agroforestri.

Metode mekanik dengan perlakukan fisik mekanis atau pembuatan bangunan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi serta meningkatkan kemampuan penggunaan tanah.

Metode ini meliputi pengolahan tanah menurut kontur, guludan menurut kontur, parit pengelak, teras, dam penghambat, waduk, tanggul, kolam, perbaikan irigasi dan lainnya.

Metode kimia menggunakan preparat kimia baik berupa senyawa sintetik maupun berupa bahan alami yang sudah diolah, dalam jumlah yang sesuai untuk meningkatkan stabilitas tanah dan mencegah erosi.

Salah satu yang memiliki resiko tinggi terhadap kerusakan tanah dan air adalah pada praktik pertanian lahan kering yang penggunaannya dilakukan secara intensif untuk budidaya pertanian tanaman semusim, sehingga terjadi penurunan produktivitas lahan.

Penurunan produktivitas terjadi karena kehilangan lapisan tanah bagian atas yang mengandung banyak humus akibat terjadinya erosi berlebih. Untuk pengurangan kerusakannya perlu dilakukan tindakan konservasi. Salah satu yang dapat dilaksanakan adalah dengan menanam tanaman keras pada lahan pertanian tersebut.

Selain secara khusus ditanam pada satu area lahan, tanaman kopi juga dapat ditanam bersamaan dengan tanaman semusim pada sisi-sisi lahan pertanian.

Pemilihan jenis tanaman keras untuk tujuan konservasi, selain mempertimbangkan manfaat terhadap lingkungan juga baiknya yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tanaman Kopi
Salah satu jenis tanaman yang saat ini menjadi primadona adalah tanaman kopi.

Dari beberapa penelitian menunjukaan bahwa tanaman kopi memiliki fungsi konservasi hampir sama dengan tanaman hutan.

Sifat botani dan standar budidaya tanaman kopi yang berperan dalam konservasi adalah (Sinar Tani Edisi 5-11 April 2006) :
tajuk yang berlapis-lapis (dengan pangkasan batang tunggal) dapat melindungi tanah dari tetesan air hujan langsung sehingga mencegah adanya erosi percik
tanaman pendek dengan sistem pangkasan batang tunggal mengurangi energi potensial daya erosi tetesan air hujan yang tertahan daun kopi sampai ke permukaan tanah.

Kopi memiliki akar tunggang yang kuat sampai kedalaman 3 meter dan akar lateral sampai 2 meter, dengan ketebalan sekitar 0,5 meter dari permukaan tanah dan membentuk anyaman ke segala arah.
Sifat ini dapat melindungi dan memegang tanah dari daya erosi air hujan.

Metode kultur teknik pada tanaman kopi sejalan dengan prinsip konservasi tanah dan air, meliputi penanaman pohon penaung sementara dan tetap, pengaturan jarak tanam dan tata tanam sejajar kontur, pemangkasan, pemberian bahan organik dan pembuatan rorak.

Budidaya kopi multistrata di samping memiliki fungsi lindung bagi DAS, secara finansial juga memberikan keuntungan bagi petani dan sekaligus menyediakan lapangan kerja secara berkelanjutan.

Mengutip salah satu penelitian yang dilaksanakan oleh Suseno Budidarsono dan Kusuma Wijaya menyebutkan, bahwa salah satu metode budidaya kopi yang sesuai dengan kaidah konservasi adalah dengan sistem multistrata.

Kajian tentang manfaat ekologi dari budidaya kopi multistrata tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa budidaya kompi multistara memiliki fungsi konservasi terhadap keragaman hayati dan juga mampu menekan erosi.

Hasil perhitungan pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa budidaya kopi mampu memberikan keuntungan bagi petani dan sekaligus menyediakan lapangan pekerjaan di perdesaan secara berkelanjutan.*
(Dari berbagai sumber).

Penulis: Feni Utami


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.