Bookmark and Share

ARTIKEL

BAMBU SEBAGAI ’PABRIK’ OKSIGEN

01 September 2021, 14:32:58 - Lingkungan Hidup - Hits : 2184 - Posted by admin-uut
BAMBU SEBAGAI ’PABRIK’ OKSIGEN

Bambu merupakan jenis tumbuhan yang tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Tubuhan ini banyak ditemui di berbagai belahan dunia, terutama di daerah tropis, seperti di benua Asia, Afrika, Amerika bahkan di Australia.

Bambu juga sangatlah akrab di lingkungan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pedesaan atau pun dusun. Umumnya, orang menggunakannya untuk kebutuhan hidup, seperti untuk bahan bangunan, kandang, dinding, atap, peralatan dapur, alat musik, kerajinan tangan, pagar. Bambu juga bisa dijadikan sayur-sayuran, namanya sayur rebung, rasanya enak dan renyah.

Di dunia, pohon bambu memiliki 75 genus (red-marga atau perkelompokan klasifikasi) yang terdiri 1500 jenis bambu. Dan, 125 jenis di antaranya merupakan endemik Indonesia. Di antaranya yang terkenal
antara lain bambu apus, bambu wulung, bambu ampel, bambu petung, bambu kuning dan lain-lain.

Jenis bambu di Indonesia tergantung tipe iklim seperti tipe curah hujan A,B,C, D hingga E ini berdasarkan klasifikasi (red-menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson) atau iklim basah sampai kering.

Biasanya, semakin basah tipe iklim maka semakin banyak pula jumlah jenis bambunya. Sebab, bambu merupakan jenis tumbuhan yang memerlukan banyak air.

Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat. Akarnya berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya kebanjiran. Selain itu, akar bambu juga berfungsi ’penyaring, racun akibat keracunan merkuri. Bagian akar bambu yang menyaring air terkena limbah melalui serabut-serabut akar.

Kecuali itu, akar bambu juga berfungsi menampung mata air sehingga bermanfaat sebagai persediaan air sumur.

’Pabrik’ Oksigen
Dan, yang takalah penting lagi, tumbuhan ini dapat berfungsi sebagai ’pabrik’ oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksegen kita setiap saat. Bambu merupakan tumbuhan penghasil oksigen terbesar dibandingkan tumbuhan lainnya.

Setidaknya, bambu akan melepaskan sebanyak 30 persen lebih banyak oksigen ke atmosfer Bumi. Manusia membutuhkan sekitar 0,5 kilogram oksigen/hari.

Bambu juga menyerap lebih banyak karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfir yang dihasilkan industri dan asap kendaraan bermotor sehingga dapat menetralkan pencemaran udara.

Penyerapan karbon dioksidan yang lebih banyak ini membuat bambu bisa mengurangi gas rumah kaca di atmosfer Bumi dengan baik.

Pohon keras yang dapat menghasilkan oksigen besar, seperti trembesi dan bambu.Satu pohon bambu mampu memproduksi oksigen 1,2 kilogram/hari.

Dengan kata lain, satu pohon bambu atau pun trembesi dapat menyuplai kebutuhan oksigen bagi dua orang setiap harinya.

Sayangnya, sekalipun bambu berfungsi sebagai ’pabrik’ oksigen dan banyak manfaat ekonomi lainnya, kesadaran masyarakat untuk menanam pohon masih dibilang rendah.

Ditambah lagi, aktivitas pembangunan yang tinggi, terkadang menggusur ruang terbuka hijau.Hal ini diperparah lagi, lahan kota kerapkali terbatas.

Sebagai Sayuran
Batang bambu baik yang tua maupun yang muda sangat berguna untuk berbagai keperluan, baik untuk keperluan tradisional, seperti membangun rumah, mulai dari atap, dinding, peralatan dapur maupun sebagai alat musik tradisioal, seperti angklung.

Bambu juga dimanfaatkan sebagai bahan baku modern baik untuk kontruksi atau pun nonkontruksi. Kita bisa lihat sendiri hasil-hasil produk furnitur minimalis meja kursi yang terbuat dari bambu dan dijual di pasaran hingga di eksport ke luar negeri.

Daun bambu pun memiliki manfaat di antaranya dijadikan alat pembungkus makanan, bahkan dijadikan obat tradisional untuk penurun panas pada anak, karena bambu memiliki kandunan zat yang bersifat mendinginkan.

Begitu pun rebung atau tunas bambu atau juga dikenal dengan nama trubus bambu merupakan kuncup bambu muda yang tumbuh dari dalam tanah.

Rebung ini berasal dari akar rhizon ataupun buku-bukunya, biasanya rebung di konsumsi ketika kuncup bambu berumur 1 – 5 bulan.
Ini artinya pohon bambu memiliki manfaat ekologi hingga Industri.

Secara ekologi tanaman bambu mempunyai fungsi seperti meningkatkan volume air bawah tanah, konservasi lahan, perbaikan lingkungan dan sifat-sifat bambu sebagai bahan bangunan tahanan gempa, khususnya wilayah rawan gempa.

Dalam bidang industri, tanaman bambu sudah banyak di gunakan sebagai bahan baku baik secara tradisional hingga modern. Bahan baku ini merupakan produk atau keseragaman sumber bahan baku industri, mengingat potensi kayu semakin langka.

Dan, ini membutuhkan waktu yang panjang untuk rehabilitasi.
Sementara bambu pada umumnya hanya membutuhkan umur 4 – 5 tahun sudah dapat diolah kembali.*

(Dari berbagai sumber)

Penulis: Yustinus Ade.S.


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.