Bookmark and Share

ARTIKEL

Sejarah Adiwiyata

16 November 2020, 11:52:24 - Komunikasi Lingkungan - Hits : 11 - Posted by admin-uut
Sejarah Adiwiyata

Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia telah diupayakan oleh berbagai pihak sejak awal tahun 1970-an. Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup sendiri sendiri adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran mayarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.

Hingga saat ini pun pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup masih dilaksanakan oleh pelaku pendidikan lingkungan hidup yang salah satunya adalah Program Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kata ADIWIYATA sendiri berasal dari 2 kata Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. ADI mempunyai makna besar, agung, baik, ideal, atau sempurna. WIYATA mempunyia makna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial.

Apabila digabungkan maka makna keduanya adalah Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan. Sedangkan tujuan dari program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan

Secara garis besar, Program Adiwiyata merupakan  salah satu dari Program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelstarian Lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

 

Sejarah Adiwiyata

Sebelum Adiwiyata menjadi sebuah program nasional yang ditetapkan dengan peraturan menteri, dan sangat besar manfaatnya untuk membangun karakter generasi tercatat ada beberapa catatan yang mendasari tersusunnya program Adiwiyata.

Pada tahun 1975 Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakartamencetuskan perlunya pendidikan lingkungan hidup di Indonesia. Kemudian pada tahun 1979 Emil Salim yang pada waktu itu sebagai Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup membentuk Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan juga mulai dikembangkan. Pada tahun ini rintisan Garis-garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar di Jakarta.

Pada tahun 1984, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan.

Kemudian disusul pada tahun 1996, dimana pengembangan lingkungan hidup dilakukan dan dipacu oleh Lembaga Swadaya Masyarakat sekaligus terbentuklah jaringan Pendidikan Lingkungan yang beranggotakan LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap Pendidikan Lingkungan Hidup.

Pada tahun 1998 Swiss Contact berpusat di VEDC (Vocational Education Development Center) membuat proyek di Malang dengan mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Sekolah Menengah Kejuruan melalui 6 PPPG lingkup Kejuruan dengan melakukan pengembangan materi ajar PLH dan berbagai pelatihan lingkungan hidup bagi guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan termasuk guru SD, SMP, dan SMA.

Pada tahun 2003 hingga 2010, Pendidikan Lingkungan Hidup dikembangkan pada 120 sekolah, sejalan dengan hal tersebut, Pusat Studi Lingkungan Hidup juga menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSLH.

Bertepatan dengan tahun 2005 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Pendidikan Nasional menyusun MoU bersama dalam kerjasama pemrograman Pendidikan Lingkungan Hidup pada tanggal 3 Juni 2005. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, maka pada tahun 2006 di programkan pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui Program Adiwiyata.  Program ini pada awalnya menetapkan 10 sekolah dipulau Jawa sebagai model dengan mengedepankan prinsip partisipatif yang  melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang yang peduli terhadap lingkungan hidup, dan pihak sekolah terkait.

 

Pada tahun 2006 adalah tahun bersejarah untuk pengembangan sekolah Adiwiyata, dengan peminat dan inisiator pemprogramannya bertambah drastis. Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut partisipasi dalam program Adiwiyata mencapai 1.351 sekolah dari  251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se-Indonesia, diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, Adiwiyata: 113  sekolah, calon Adiwiyata 103 sekolah, atau total yang mendapat penghargaan Adiwiyata mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se-Indonesia.

Kemudian pada tahun 2009 Kementerian Lingkungan Hidup menyusun Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Namun hal tersebut belum dapat menjawab kendala yang dihadapi daerah, khususnya bagi sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata, terutama kendala dalam penyiapan dokumentasi terkait kebijakan dan pengembangan kurikulum serta sistem evaluasi dokumen dan penilaian fisik. Dari kendala tersebut, maka dilakukan penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Adiwiyata 2012 dan sistem pemberian penghargaan yang tetap merujuk pada kebijakan - kebijakan yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan  Kemendikbud. Oleh karenanya diharapkan sekolah yang berminat mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena  sudah menjadi kewajiban pihak sekolah memenuhi Standar Pendidikan Nasional sebagaimana dilengkapi dan diatur dalam Peraturan  Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan.

Pada 2013 Kementerian Lingkungan Hidup kembali menyusun kebijakan terkait Adiwiyata dengan Peraturan Menteri LHK Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Dan selanjutnya, telah disempurnakan menjadi Peraturan Menteri LHK Nomor 52 Tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah serta Peraturan Menteri LHK Nomor 53 Tahun 2019 tentang Penghargaan Adiwiyata.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 2006 mencanangkan Program ADIWIYATA sebagai tindak lanjut dari MoU pada tgl 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional.

Pelaksanaan dan Prinsip Program Adiwiyata

Program Adiwiyata bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar dapat menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan karyawan sekolah) yang diwujudkan dalam :

  1. Pengembangan Kebijakan Sekolah peduli dan berbudaya Lingkungan
  2. Pengembangan Kurikulum berbasis Lingkungan
  3. Pengembangan Kegiatan Lingkungan berbasis partisipatif
  4. Pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya Lingkungan. Misalnya : Hemat Energi /penggunaan energi alternative, penghematan air, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduse, reuse, recyle) 

Didalam pelaksanaannya, program Adiwiyata ini diletakkan dalam tiga (3) prinsip-prinsip dasar dalam pelaksanaannya. Dibawah ini merupakan prinsip tersebut antara lain:

  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang melingkupin keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi sesuai tanggungjawab dan juga peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan atau aktivitas harus dilakukan dengan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.
  3. Edukatif (Permen LH, 2013).

Komponen Adiwiyata :

Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;

  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

 

Target Sasaran Adiwiyata

Target sasaran Adiwiyata itu terdapat pada pendidikan formal setingkat SD, SMP, SMA/K. Hal tersebut bukanlah tanpa sebab, lantaran sekolah menjadi target pelaksanaan disebabakan karena sekolah mempunyai fungsi atau peran yang turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehiudpan, khususnya nilai akan kepedulian berbudaya lingkungan hidup.

Dalam melaksanakan program Adiwiyata tersebut, sekolah-sekolah mendapatkan penilaian serta juga akan diberikan penghargaaan yang diberikan denga secara berjenjang.

Jenis-Jenis Penghargaan Adiwiyata

Jenjang ataupun jenis dari penghargaan Adiwiyata yang mampu diterima oleh sekolah, diantaranya sebagai berikut :

  1. Penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan yang diberikan oleh Bupati/Walikota.
  2. Penghargaan Adiwiyata Nasional yakni suatu penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup juga Kehutanan.
  3. Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi ialah suatu penghargaan yang diberikan oleh Gubernur.
  4. Penghargaan Adiwiyata Mandiri ialah suatu penghargaan khusus bagi tiap-tiap sekolah dengan penilaian berupa sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, juga penghargaan yang diberikan oleh Presiden.

Kriteria Penilaian Penghargaan Adiwiyata

Kriteria dalam penilaian penghargaan Adiwiyata terdiri dari 4 aspek diantaranya sebagai berikut:

  1. Aspek kebijakan sekolah yang mempunyai wawasan lingkungan hidup.
  2. Aspek kurikulum sekolah yang memiliki basis lingkungan hidup.
  3. Aspek pengelolaan sarana serta juga prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
  4. Aspek kegiatan lingkungan di sekolah yang berbasis partisipatif.

Manfaat Program Adiwiyata

Dibawah ini merupakan manfaat dari program adiwiyata sebagai berikut :

  1. Mengubah perilaku warga sekolah untuk dapat melakukan budaya pelestarian lingkungan.
  2. Meningkatkan penghematan sumber dana dengan melalui pengurangan sumber daya dan energi.
  3. Dapat menghindari sejumlah resiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah sekolah.
  4. Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan aktivitas atau kegiatan operasional sekolah.
  5. Menciptakaan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.
  6. Memberikan pembelajaran bagi generasi muda mengenai pemeliharaan serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan juga benar.
  7. Meningkatkan kualiatas dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman serta juga kondusif bagi seluruh warga sekolah.
  8. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
  9. meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
  10. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
  11. Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  12. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.

Sekolah Adiwiyata yang mendapatkan penghargaan tingkat Nasional dan Tingkat provinsi ini sudah mampu mengembangkan proses pembelajaran secara kreatif. Proses pembelajaran tersebut dilakukan secara struktural dan non struktural, secara kurikuler maupun ekstra kurikuler. sehingga pembudayaan wawasan lingkungan melekat kepada diri anak, guru dan warga sekolah, orang tua serta lingkungan sekitar  secara alamiah dan tanpa merasa terpaksa.


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.