Bookmark and Share

ARTIKEL

KALPATARU, PENGHARGAAN TERTINGGI BAGI PEJUANG LINGKUNGAN

04 November 2020, 18:44:32 - Lingkungan Hidup - Hits : 1891 - Posted by admin-uut
KALPATARU, PENGHARGAAN TERTINGGI BAGI PEJUANG LINGKUNGAN

Dalam pelestarian lingkungan hidup, pemerintah Indonesia memberikan apresiasi bagi individu (perseorangan) ataupun kelompok yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Apresiasi tersebut dalam bentuk penghargaan kalpataru-- penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup di Indonesia.

Penghargaan bergengsi dan istimewa diserahkan langsung oleh Presiden RI dan didampingi oleh Menteri LHK.

Penyerahan penghargaan ini biasanya diberikan setiap tahun bertepatan dengan peringatan perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni setiap tahun.

Penghargaan Kalpataru sendiri diatur oleh peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.30/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2017 tentang penghargaan Kalpataru.

Hingga 2019, pemberian penghargaan Kalpataru telah memasuki usia 39 tahun yang dimulai sejak tahun 1980 dan saat ini sebanyak 378 penerima penghargaan Kalpataru telah tersebar di seluruh tanah air.

 

Sejarah Penghargaan Kalpataru

Pada awalnya penghargaan
untuk para pahlawan lingkungan hidup telah dilaksanakan sejak pemerintahan era Presiden Soeharto pada tahun 1980an.

Pada saat itu pemerintah memberikan penghargaan kepada delapan organisasi dan kelompok masyarakat atas jasa-jasanya pada usaha pelestarian lingkungan.

Penghargaan yang diberikan hanya berupa plakat yang di tengahnya tertera tulisan “Hadiah Lingkungan” dan “Tahun 1980”

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan penghargaan kalpataru merupakan salah satu terobosan tangan dingin dari seorang Emil Salim yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III 1978-1983) dan dilanjutkan menjadi Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Pembangunan V 1983-1993).

Mengutip e-jurnal Rangga Doli P Manurung Dan Ayi Budi Santosa, Akar Yang Menjalar: Peran Emil Salim Dalam Kementerian Pengawasan Pembangunan Dan Lingkungan Hidup di Indonesia 1972-1983 dijelaskan pada waktu itu, salah satu strategi Emil Salim untuk membangkitkan kesadaran lingkungan hidup secara luas, baik di pemerintahan maupun di masyarakat serta media selanjutnya yang aplikasikan dalam bentuk progam kerja yaitu Piagam Kalpataru yang mulai diperkenalkan pada tahun 1981.

Penghargaan dengan labang “Pohon Kehidupan” ini diberikan kepada masyarakat yang memelihara lingkungan hidup dengan kesadaran sendiri tanpa mengharapkan imbalan dan prestasinya dinilai luar biasa.

Pemberian penghagaan Kalpataru biasanya dilakukan pada saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup, tanggal 5 Juni setiap tahunnya, mengikuti ketentuan dari United Nation Environment Programme (UNEP) (Azis dkk, 2010, hlm. 200).

Menjelang tahun berikutnya, 1981, Ditunjuklah Markus Djajadiningrat, sarjana seni rupa Institut Teknologi Bandung untuk menentukan gambar pada perangko seri lingkungan hidup.

Dalam pencariannya, sarjana ITB ini menemukan relief ‘pohon kehidupan’ yang dikelilingi kendi berisi uang dan batu permata di Candi Mendut.

Alhasil relief ‘pohon kehidupan’ yang kemudian dinamai ‘kalpataru’ tersebut digunakan sebagai nama penghargaan lingkungan hidup.

Dan sejak 1981, perhargaan yang sebelumnya dinamai “Hadiah Lingkungan” diubah menjadi Kalpataru.

Kalpataru sendiri berasal dari bahasa sanskerta ‘kalpataru‘ atau ‘kalpawreksa‘ yang mempunyai arti ‘pohon kehidupan’.

Gambar kalpataru ini terpahat di Candi Mendut dan Prambanan. Relief kalpataru mencerminkan tatanan lingkungan yang serasi, selaras dan seimbang.

Melambangkan hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup.

 

Perkembangan Kalpataru

Saat ini Penghargaan kalpataru terdiri atas empat kategori penerima. Pada penganugerahan di tahun 1981 hingga 1989, kalpataru hanya diberikan kepada tiga kategori penerima, yaitu : Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, dan Penyelamat Lingkungan.

Mulai tahun 1989, ditambahkan satu kategori lagi yaitu Pembina Lingkungan.

Kemudian, pada tahun 1990 hingga saat ini, penghargaan kalpataru berubah menjadi empat kategori.

Masing-masing kategori penghargaan kalpataru diberikan kepada :
1. Perintis Lingkungan, adalah kategori penghargaan yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang bukan pegawai negeri dan bukan tokoh organisasi formal yang berhasil merintis, mengembangkan, dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang menonjol dan baru (belum dilakukan yang lain) di daerah atau kawasan yang bersangkutan.

2. Pengabdi Lingkungan, adalah kategori penghargaan yang diberikan kepada petugas lapangan atau pegawai negeri telah menunjukkan pengabdian yang luar biasa dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup. Usaha tersebut melampaui tugas pokok dan kewajibannya serta berlangsung cukup lama. Yang dimaksud petugas lapangan meliputi Penyuluh Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll. Sedangkan pegawai negeri termasuk diantaranya PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, dan guru.

3. Penyelamat Lingkungan, adalah kategori penghargaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat, baik formal maupun informal yang berhasil melakukan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup. Organisasi formal seperti lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain. Sedangkan organisasi informal seperti : kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dll.

4. Pembina Lingkungan, adalah kategori penghargaan yang diberikan kepada pejabat, peneliti, pengusaha, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memberi pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan. Termasuk dalam penerima dalam kategori ini adalah pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, dan lain-lain


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.