Bookmark and Share

ARTIKEL

Bijak Memanfaatkan Lahan Melalui Konservasi Air dan Tanah

01 September 2021, 20:52:41 - Komunikasi Lingkungan - Hits : 6942 - Posted by admin-uut
Bijak Memanfaatkan Lahan Melalui Konservasi Air dan Tanah


Setiap makhluk hidup sangat bergantung dengan air, karena air merupakan unsur yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan.

Dengan air, kita bisa melakukan kegiatan sehari-hari sesuai keinginan kita dan mengonsumsinya agar tetap hidup.

Demikian pula halnya dengan tanah--merupakan aspek penting dalam kehidupan karena merupakan tempat berpijak kehidupan di muka bumi. Tumbuhan sebagai produsen makanan sangat bergantung pada tanah untuk tumbuh dan berkembang biak.

Air dan tanah saling berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lain, terutama terkait dengan siklus air atau siklus hidrologi. Tanah di permukaan bumi mempunyai kemapuan menyerap air dalam siklus hidrologi.

Saat ini erosi tanah, kelangkaan air, dan penurunan produktivitas pertanian menjadi permasalahan serius, yang juga dihadapi masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan atau di hulu suatu DAS.

Erosi tanah menyebabkan kerusakan lahan karena unsur hara yang ada di permukaan tanah terangkut air sehingga dapat menurunkan kualitas tanah serta produktivitas lahan pertanian dan ekosistem hutan.

Erosi juga dapat berpengaruh terhadap penurunan produksi lahan pertanian karena pemiskinan tanah/hilangnya tanah lapisan atas serta memburuknya sifat fisik dan kimia tanah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang konservasi Air dan Tanah, yang dimaksud dengan konservasi tanah dan air adalah upaya perlindungan, pemulihan, peningkatan, dan pemeliharaan fungsi tanah pada lahan sesuai dengan kemampuan dan peruntukan lahan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan kehidupan yang lestari.

Adapun tehnik konservasi tanah dan air tadi dapat dilakukan melalui:
1. Metode Vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997).

Metode vegetatif yaitu metode yang menggunakan tanaman atau bagian tanaman untuk mengurangi daya tumbuk air hujan dengan tanah. Tujuannya adalah agar air hujan tidak langsung bertabrakan dengan tanah, mengurangi laju dan jumlah air di permukaan sehingga mengurangi erosi tanah.

Tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan bahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah.

Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air termasuk, antara lain penanaman penutup lahan (cover crop) berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997).

2. Metode Mekanik
adalah cara pengelolaan lahan tegalan dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya.

Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi, dan menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997).

Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air , salah satu di antaranya adalah pengolahan tanah.

Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman, dan memberantas gulma (Arsyad, 1989).

Pengolahan tanah bertujuan untuk menyiapkan lahan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi optimal, namun tetap memperhatikan aspek konservasi tanah dan air.

PembuatanTeras
Pembuatan teras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi (Sarief, 1986).

Menurut Arsyad (1989), pembuatan teras berfungsi untuk mengurangi panjang lereng dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan dan memungkinkan penyerapan oleh tanah, dengan demikian erosi berkurang.

Guludan
Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang menurut arah garis kontur atau memotong lereng. Tinggi tumpukan tanah sekitar 25 – 30 cm dengan lebar dasar sekitar 30 – 40 cm.

Rorak / parit
Rorak merupakan suatu sturuktur berupa got atau saluran yang buntu dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang oleh teras dan sejajar garis kontur, yang berfungsi untuk menangkap / meresapkan air kedalam tanah serta menampung sedimen dari bidang oleh aliran permukaan dan juga tanah yang tererosi.

Lubang resapan (biopori)
Biopori merupakan suatu tekhnologi yang alternative dalam mengurangi konservasi tanah dan air, karena biopori adalah pori berbentuk liang terowongan kecil yang dibentuk karena aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.

Sumur resapan
Sumur resapan merupakan bangunan rekayasa teknik yang berbentuk sumur tetapi fungsinya untuk menampung air yang datang dari atas tanah kemudian ditampung dalam sumur resapan.

Air dalam tampungan ini kemudian akan diserap ke dalam tanah yang ada di sekitarnya secara perlahan.

3. Metode kimiawi
Metode konservasi secara kimiawi adalah setiap penggunaan bahan-bahan kimia baik organik maupun anorganik, yang bertujuan untuk memperbaiki sifat tanah dan menekan laju erosi.

Yang dimaksud dengan cara kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985).

Manusia cenderung memanfaatkan sumber daya alam secara berlebihan tanpa memperhatikan pengolahan dan keterbatasan sumberdaya sehingga sangat dikhawatirkan dalam waktu dekat akan terjadi kerusakan lahan sebagai akibat dari adanya tekanan penduduk atas lahan yang melebihi tingkat kemampuannya.

Secara umum, lahan kritis mengindikasikan adanya penurunan kualitas lingkungan sebagai dampak dari adanya bermacam - macam pemanfaatan sumberdaya lahan yang tidak bijaksana dan tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Lahan yang sedemikian rupa tersebut pasti tidak dapat berfungsi maksimal sesuai dengan apa yang menjadi peruntukan lahan tersebut sebagai media tatanan air maupun sebagai media produksi tanaman.

Betapa pentingnya melakukan konservasi air dan tanah untuk mendukung penyediaan air, mencegah kerusakan tanah, serta mencegah potensi terjadinya erosi.

Maka dari itu, mari kita jaga lingkungan dengan melakukan upaya konservasi air dan tanah dengan bijak.*

Penulis: Yustinus Ade Stirman


Banner
  • e-IKLH
  • PPID
  • Pengaduan Menteri LHK
  • APRS Yogyakarta
  • Asian Games Jakarta Palembang 2018
  • Pertikawan 2018
 
Hubungi Kami

ppejawa.com
Jl. Siliwangi (Ringroad Barat) No.100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Phone : 0274-625800
Email : humasp3ejawa@gmail.com

 
Jajak Pendapat

Apa yang anda cari?

 Artikel
 Lainnya
 Agenda

Hasil Poling »

 
Statistik Kunjungan
 
Video
 
Facebook
 
Copyright © 2015 P3E Jawa All Rights Reserved.